Jakarta – Upaya pemulihan ekosistem laut di Kepulauan Seribu, Jakarta, terus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui Unit Pengelola Teknis (UPT) Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), sebanyak 10.684 bibit karang telah didistribusikan ke empat pulau.
Kepala UPT PBKL Dinas KPKP DKI Jakarta Andi Dala Jemma mengatakan, ribuan bibit tersebut ditanam di kawasan Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM) yang tersebar di Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Payung, dan Pulau Lancang.
“Kegiatan transplantasi ini sudah dilakukan sejak awal tahun. Total ada 10.684 bibit karang yang sudah tertanam di empat pulau tersebut,” ujar Andi dikutip dari laman berita jakarta, Selasa (25/8).
Andi merinci, sebanyak 1.600 bibit karang ditanam di Pulau Lancang, 1.600 bibit di Pulau Pari, 3.484 bibit di Pulau Payung, dan 4.000 bibit di Pulau Tidung.
Menurut Andi, program transplantasi karang tahun ini memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika sebelumnya penanaman hanya dipusatkan di Pulau Tidung, kini program diperluas ke sejumlah pulau lain di wilayah Kepulauan Seribu Selatan.
“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga kelestarian ekosistem laut. Terumbu karang memiliki peran vital, baik bagi kehidupan bawah laut maupun keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir,” terangnya.
Ia menjelaskan, pemulihan terumbu karang tidak hanya bertujuan menjaga kondisi lingkungan laut, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Selain mendukung keanekaragaman hayati, terumbu karang yang sehat dapat membantu meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus memperkuat potensi wisata bahari di Jakarta.
“Ini adalah investasi lingkungan. Dengan terumbu karang yang sehat, ekosistem laut akan terjaga dan pada akhirnya berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi nelayan dan pelaku wisata,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok DPL-BM Karang Mutiara Pulau Lancang, Damiyati, mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap upaya rehabilitasi terumbu karang di wilayah tersebut.
Kelompoknya mendapatkan bantuan berupa 400 substrat dan 1.600 bibit karang untuk mendukung proses transplantasi.
Damiyati mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan ekosistem bawah laut di sekitar Pulau Lancang. Kelompoknya juga berkomitmen merawat bibit karang yang telah ditanam.
“Kami sangat senang karena tahun ini mendapatkan bantuan tersebut. Kami berkomitmen menjaga bibit-bibit karang ini agar dapat tumbuh dengan baik,” tandasnya.

