Jakarta – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode emiten BMRI ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/8). Penurunan terjadi di tengah sorotan terhadap penanganan rekening milik warga Pati, Jawa Tengah, Supriyono, yang digunakan untuk menampung dana donasi.
Berdasarkan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BMRI berakhir turun 20 poin atau 0,47% ke level Rp4.200 per saham.
Pelemahan telah terlihat sejak sesi pertama. Saham Bank Mandiri sempat terkoreksi 30 poin atau 0,71% ke posisi Rp4.190 per saham. Sebagai pembanding, pada perdagangan Jumat (21/8), saham BMRI ditutup di level Rp4.220 per saham.
Bank Mandiri sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah berkaitan dengan penanganan rekening tersebut.
Perseroan menjelaskan, tindakan terhadap rekening dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum. Bank Mandiri juga menegaskan bahwa langkah tersebut dijalankan berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Di tengah pergerakan saham BMRI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami tekanan pada perdagangan hari yang sama.
IHSG sempat bergerak dalam rentang 6.474 hingga 6.551. Pada akhir perdagangan, indeks ditutup turun 24,02 poin atau 0,37% ke level 6.501,6.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat total volume transaksi saham mencapai 35,8 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp14,29 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 2,19 juta kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 259 saham berakhir menguat. Sementara itu, 367 saham mengalami penurunan dan 166 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Pergerakan saham BMRI tersebut menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan sorotan publik terhadap penanganan rekening donasi milik Supriyono. Meski demikian, Bank Mandiri menyatakan kebijakan terhadap rekening tersebut dilakukan berdasarkan permintaan aparat penegak hukum serta prosedur yang berlaku.

