28.8 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANSanksi Sosial Bakal Menanti Warga Jakarta yang Masih Bakar Sampah

Sanksi Sosial Bakal Menanti Warga Jakarta yang Masih Bakar Sampah

Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan kajian terkait rencana penerapan sanksi sosial bagi warga yang ketahuan membakar sampah sembarangan.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat terhadap dampak pembakaran sampah yang merusak kualitas udara, mengganggu kesehatan, serta mencemari lingkungan ibu kota.

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, hingga kini belum ada regulasi khusus yang mengatur sanksi sosial semacam pemasangan foto pelanggar atau bentuk serupa. Namun, wacana tersebut mencuat dalam diskusi publik beberapa waktu lalu, terutama saat pembahasan mengenai kontaminasi air hujan oleh partikel mikroplastik akibat pembakaran sampah terbuka.

“Ide sanksi sosial ini muncul dari masukan masyarakat dan kini kami percepat pengkajiannya. Namun, penerapannya harus memiliki dasar hukum yang jelas agar tidak melanggar hak privasi,” ujar Asep dikutip dari laman berita jakarta, Rabu (29/10).

Menurut Asep, sanksi sosial sejatinya bukan bentuk hukuman formal seperti yang diatur undang-undang, melainkan mekanisme kontrol sosial berbasis kesepakatan warga untuk menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan terhadap norma lingkungan. Berbeda dengan sanksi hukum yang bersifat mengikat, pendekatan sosial lebih diarahkan untuk pembinaan moral dan tanggung jawab kolektif.

DLH DKI, lanjutnya, kini tengah mencari langkah inovatif guna menekan kebiasaan membakar sampah yang menjadi salah satu sumber utama polusi udara dan pelepasan mikroplastik di wilayah perkotaan. Pembakaran sampah plastik di kawasan padat penduduk disebut menghasilkan emisi beracun yang membahayakan kesehatan serta mencemari tanah dan air hujan.

“Komitmen kami adalah menyeimbangkan penegakan disiplin dengan pendekatan edukatif. Jadi, sanksi bukan hanya menghukum, tapi juga mengajak masyarakat berperan menjaga lingkungan,” tambahnya.

Asep berharap kajian tersebut dapat melahirkan mekanisme sanksi sosial yang adil, berlandaskan hukum, dan bersifat edukatif, tanpa menimbulkan stigma bagi pelaku.
DLH DKI juga ingin memperkuat kesadaran kolektif agar warga bersama-sama menciptakan Jakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Baca Juga

Harga Sawit Mulai Bangkit, Pemerintah Klaim Pemulihan Sudah Capai 90 Persen

Jakarta - Upaya pemerintah dalam melindungi jutaan petani kelapa...

Libur Sekolah dan Nataru Makin Hemat, Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi

Jakarta - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus berupa diskon tarif...

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Pemerintah Pasang Target Investasi Fantastis

Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan...

Masih Ada 5.700 Desa yang Belum Menikmati Listrik, Bahlil Siapkan Rp10,3 Triliun

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Investasi EV Rp15 Triliun dari Tiongkok Masuk Kendal, Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Semarang - Investasi besar kembali masuk ke Jawa Tengah....

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini