Jakarta – Pemerintah menargetkan harga plastik di pasar domestik segera mengalami penurunan dalam waktu dekat, seiring percepatan impor bahan baku dari beberapa negara alternatif. Penurunan harga diperkirakan dalam bulan ini, bergantung pada seberapa cepat pasokan baru masuk ke dalam negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah memproses impor bahan baku plastik dari India, Amerika Serikat, serta sejumlah negara di Afrika. Langkah tersebut diharapkan dapat menambah pasokan sekaligus menekan lonjakan harga di dalam negeri.
“Ya secepatnya (turun bulan ini),” ujar MenteriBusan kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, kenaikan harga plastik dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku berupa nafta, yang selama ini banyak diimpor dari kawasan Timur Tengah. Gangguan ini terjadi akibat konflik geopolitik yang berdampak pada distribusi energi secara global.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mengalihkan sumber pasokan ke negara lain. Busan menyebutkan bahwa proses impor dari wilayah-wilayah tersebut sudah berjalan, meskipun membutuhkan waktu hingga barang tiba dan dapat menambah stok di dalam negeri.
“Ya, sudah mulai diproses. Impor-impor dari tiga negara tadi sudah diproses. Cuma, kan perlu waktu. Jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada,” kata Busan.
Ia menegaskan bahwa percepatan impor menjadi strategi utama untuk menjaga kestabilan harga. Selama pasokan baru belum tersedia, industri masih mengandalkan persediaan yang ada di dalam negeri.
“Jadi pada prinsipnya kita cari solusi negara lain yang mensuplai bahan baku,” ujarnya.
Busan juga mengungkapkan bahwa gangguan pasokan bahan baku plastik tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami secara global. Bahkan, sejumlah negara produsen menghadapi tekanan hingga harus menghentikan produksi sementara.
Karena itu, pemerintah tidak hanya bergantung pada tiga negara pemasok tersebut. Upaya mencari sumber alternatif lain terus dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan baku tetap terjaga dan harga plastik bisa segera kembali stabil.

