Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah dengan mendorong penanaman cabai secara lebih masif. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya harga cabai yang menjadi salah satu pemicu utama inflasi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi rutin dalam rapat koordinasi inflasi bersama pemerintah pusat.
“Setiap pekan kami mengikuti rapat koordinasi inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri. Dari hasil evaluasi, cabai menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar. Karena itu, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati, penanaman cabai akan dimasifkan,” ujarnya usai Gerakan Tanam Cabai Rawit di Kelompok Tani Damai Albarokah, Desa Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4).
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Kubu Raya menargetkan penyaluran 150 ribu polybag berisi tanaman cabai kepada kelompok tani dan rumah tangga sepanjang tahun 2026. Khusus di Desa Pal 9, bantuan yang diberikan mencapai 1.000 bibit cabai lengkap dengan sarana pendukung seperti mulsa dan pupuk.
Agus berharap program ini tidak hanya mampu meningkatkan produksi cabai, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat.
“Diharapkan hasil produksi cabai tidak hanya mampu menekan inflasi, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani,” katanya.
Ia juga menyoroti tingginya harga cabai di pasaran yang saat ini menyentuh kisaran Rp130 ribu per kilogram. Dengan harga tersebut, cabai dinilai memiliki potensi ekonomi besar, apalagi didukung masa panen yang relatif panjang.
Melalui program ini, pemerintah daerah mengajak masyarakat memanfaatkan lahan produktif guna memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan, Supriaji, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, terutama kelompok tani yang aktif mengembangkan sektor pertanian di daerah.
Menurutnya, gerakan tanam cabai tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Supriaji juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, perangkat daerah, dan petani menjadi faktor utama keberhasilan program ini.

