Banyuwangi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus memperluas upaya peningkatan inklusi keuangan di Kabupaten Banyuwangi, salah satunya dengan membuka akses permodalan bagi ribuan nelayan.
Melalui program Stop Rentenir “Osing” (Ojo Isin Isun Ngamprah ning Bank), OJK telah membantu 5.635 nelayan memperoleh pembiayaan dari perbankan dengan total nilai mencapai Rp117 miliar.
Bupati Banyuwangi, Ipuk, mengapresiasi langkah tersebut dan berharap program serupa dapat terus berlanjut serta menjangkau sektor usaha lain.
“Kami berharap program OJK yang membuka akses keuangan bagi nelayan ini dapat terus berlanjut, bahkan diperluas untuk pelaku usaha nonformal lainnya di Banyuwangi,” ujarnya saat menerima kunjungan tim OJK Jember di Kantor Bupati Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (16/4).
Kepala OJK Jember, Aris, menjelaskan bahwa program Osing hadir sebagai respons atas rendahnya literasi keuangan di kalangan nelayan yang kerap membuat mereka rentan terhadap praktik rentenir.
Ia menuturkan, melalui program ini nelayan didorong untuk memanfaatkan layanan perbankan sebagai sumber pembiayaan yang lebih aman dan terjangkau.
“Program ini bertujuan mencegah masyarakat bergantung pada rentenir. Dengan akses pembiayaan dari perbankan, masyarakat pesisir tidak hanya dapat mengembangkan usaha penangkapan ikan, tetapi juga melakukan hilirisasi ekonomi,” ujarnya.
Selain sektor perikanan, OJK juga melihat peluang besar dalam penguatan ekosistem keuangan di sektor pariwisata Banyuwangi.
“Kami siap mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui penguatan akses keuangan bagi para pemangku kepentingan,” katanya.

