29.5 C
Jakarta
Sabtu, September 5, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHBupati Donggala Kaget, 4.000 Rumah Tidak Layak Huni tapi Bantuan hanya 200...

Bupati Donggala Kaget, 4.000 Rumah Tidak Layak Huni tapi Bantuan hanya 200 Unit

Donggala – Bupati Vera Elena Laruni mengungkapkan bahwa sekitar 4.000 rumah warga di Kabupaten Donggala masih berada dalam kondisi tidak layak huni. Sementara itu, bantuan perumahan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat hanya tersedia sebanyak 200 unit.

Pemerintah daerah menilai adanya kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan bantuan sebagai tantangan utama dalam penanganan rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.

“Kurang lebih ada sekitar 4.000 lebih rumah tangga yang belum memiliki rumah layak,” kata Vera saat meninjau kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Boneoge, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan, dari total 200 unit BSPS yang dialokasikan, sebanyak 53 unit diprioritaskan untuk Kelurahan Boneoge yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

“Kami juga kaget karena yang tersedia hanya sekitar 200 unit, sementara kebutuhan jauh lebih besar,” ujarnya.

Vera menambahkan, peran dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) sangat penting dalam memastikan pembangunan maupun rehabilitasi rumah berjalan sesuai standar.

“Mereka bertugas memastikan kualitas pembangunan maupun rehabilitasi rumah sesuai standar kelayakan, keamanan, dan kesehatan,” jelasnya.

Selain fokus pada perbaikan fisik hunian, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat penerima bantuan agar menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

“Kalau rumah sudah bagus, jangan lagi kumuh. Jaga kebersihan, jangan menjemur pakaian sembarangan, dan tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Program BSPS sendiri merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Donggala guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah daerah berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam memperbaiki taraf hidup warga secara bertahap dan berkelanjutan.

Baca Juga

Dokumen Nikah Tahun 1910 Masih Tersimpan di KUA Kediri, Tulisan Aksara Jawa Bikin Penasaran

Kediri - Lebih dari sekadar tempat pelayanan administrasi pernikahan,...

Purwacarita Borobudur Ajak Pengunjung Menembus Lorong Waktu

Jakarta - Sejarah dan budaya Borobudur kini dapat dinikmati...

Karhutla Bisa Gerus Ekonomi hingga Rp123,1 Triliun

katafoto.id, Jakarta  - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang...

Tak Perlu Ganti Nomor HP, Turis Asing Bisa Transaksi Pakai DANA

Jakarta - Wisatawan mancanegara kini tidak lagi harus memiliki...

Tak Punya Sertifikat Laik Fungsi, 3 Bangunan di Jakarta Kena Sanksi

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menindak tiga...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini