27.4 C
Jakarta
Rabu, Mei 6, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANWow! 22.617 Warga Kabur dari Jakarta, Pendatang Baru Cuma Setengahnya

Wow! 22.617 Warga Kabur dari Jakarta, Pendatang Baru Cuma Setengahnya

Jakarta – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat sepanjang tahun ini sebanyak 22.617 jiwa pindah keluar Jakarta. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah pendatang baru yang masuk ke Jakarta pada periode yang sama.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 12.766 jiwa pendatang baru terdata usai Lebaran 1447 H/2026 M. Pendataan tersebut berlangsung dari 25 Maret hingga 30 April 2026.

Denny mengatakan bahwa, hal menarik yang menjadi perhatian tahun ini adalah jumlah warga DKI Jakarta yang pindah keluar mencapai 22.617 jiwa. Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah respons masyarakat terhadap Program Penataan dan Penertiban Dokumen Kependudukan Sesuai Domisili.

“Banyak warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, namun masih menggunakan KTP-el Jakarta. Melalui program ini, mereka melakukan penyesuaian administrasi kependudukan agar sesuai dengan domisili sebenarnya,” ujar Denny, Selasa (5/5).

Fenomena tersebut mencerminkan terjadinya deurbanisasi di Jakarta, yaitu kondisi penduduk mulai berpindah dari wilayah pusat kota menuju wilayah penyangga. Ia menilai, kondisi ini tidak berarti Jakarta kehilangan daya tarik, melainkan adanya pergeseran pola hunian dan aktivitas ekonomi.

“Selain itu, faktor lain yang mendorong fenomena ini adalah biaya hidup di Jakarta yang semakin tinggi membuat banyak warga memilih untuk bergeser ke kota penyangga seiring dengan munculnya pusat-pusat industri dan ekonomi baru di luar Jakarta,” katanya. 

Dilansir dari laman berita jakarta, kondisi ini tercermin dari profil warga Jakarta yang pindah keluar. Mayoritas adalah usia produktif (71,57 persen) dengan asumsi berpenghasilan rendah (64,53 persen). Alasan terbanyak adalah perumahan (33,92 persen). Profil ini disebutnya mirroring atau bercermin dengan profil warga yang masuk ke Jakarta, namun dengan alasan terbanyak adalah keluarga (33,72 persen).

Kualitas hidup terkait isu polusi udara, kemacetan, dan risiko banjir turut mendorong warga mencari alternatif tempat tinggal di daerah yang dianggap lebih ‘hijau’ namun tetap terhubung dengan akses transportasi publik seperti LRT, MRT, dan KRL.

Program penataan dan penertiban dokumen kependudukan sesuai domisili telah diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2024. Regulasi ini merupakan upaya mengatasi masalah klasik di Jakarta, yaitu perbedaan antara penduduk de jure (sesuai KTP) dan de facto (yang tinggal di lapangan).

“Meskipun secara administratif terpisah, wilayah-wilayah ini saling terhubung oleh mobilitas penduduk, aktivitas ekonomi, dan infrastruktur transportasi yang terintegrasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, koordinasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat tidak hanya dalam perspektif administratif, tetapi juga sinergi strategis yang mencakup perencanaan pembangunan daerah melalui sinergi perencanaan pusat dan daerah, serta perencanaan sektor lainnya seperti energi, pengendalian penduduk, dan perindustrian.

Perencanaan dimaksud termasuk dalam perspektif kependudukan, mengingat pemerataan pembangunan bukan sekadar memindahkan infrastruktur, melainkan upaya menyelaraskan antara jumlah, sebaran, dan kualitas penduduk dengan daya dukung lingkungan serta daya tampung sosial.

Dinas Dukcapil DKI Jakarta juga melakukan pendataan penduduk nonpermanen, yaitu penduduk yang ber-KTP-el daerah luar DKI Jakarta namun karena keperluan tertentu mengharuskan mereka tinggal sementara di Jakarta.

“Saat ini penduduk yang sudah mendaftar sebagai nonpermanen berjumlah 5.499 jiwa,” tandasnya.

Baca Juga

Semurah Ini, Naik Mobil DAMRI Keliling Karimunjawa Cuma Rp7.000

Jakarta - Beraktivitas di kawasan kepulauan Karimunjawa kini tak...

UIN Jakarta Jadi Pelopor Dokter Spesialis Kandungan di Kampus Islam Negeri

Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menerima audiensi Dekan...

Jangan Salah Pilih! Ini Jenis Truk dan Kapasitasnya yang Wajib Diketahui

Truk menjadi tulang punggung distribusi barang di berbagai negara,...

Tak Perlu ke Luar Negeri, Terapi HIPEC Hadir untuk Pasien Kanker Stadium Lanjut

Jakarta - Pendekatan teknologi HIPEC (Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy) yang...

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua

Lampung - Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini