30 C
Jakarta
Minggu, Juni 7, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALBMKG Ungkap Musim Kemarau Datang, Hujan Lebat Masih Mengintai

BMKG Ungkap Musim Kemarau Datang, Hujan Lebat Masih Mengintai

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan musim kemarau 2026 akan mulai secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga awal Juni 2026, sekitar 28,6 persen zona musim di Tanah Air telah memasuki periode kemarau, meskipun hujan lebat dan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.

Berdasar prakiraan cuaca mingguan yang dirilis BMKG, wilayah yang lebih dulu memasuki musim kemarau umumnya berada di kawasan Indonesia bagian selatan. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia sehingga mengurangi peluang terbentuknya awan hujan.

BMKG mencatat suhu udara maksimum di atas 35 derajat Celsius terjadi pada periode 1 hingga 3 Juni 2026 di sejumlah daerah. Wilayah tersebut meliputi Sumatra Utara, Riau, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Meski musim kemarau mulai berkembang, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih mengguyur berbagai wilayah, terutama di Indonesia bagian utara. Curah hujan harian tertinggi tercatat di Sumatra Utara mencapai 73,3 milimeter per hari, disusul Papua Tengah 72,8 milimeter per hari, Kalimantan Tengah 61,6 milimeter per hari, Kepulauan Bangka Belitung 60 milimeter per hari, Kalimantan Utara 57,4 milimeter per hari, serta Papua Barat 57,1 milimeter per hari.

BMKG menjelaskan kondisi atmosfer global dan regional saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Di Samudra Pasifik, fenomena La Nina Condition terpantau melalui nilai indeks Nino 3.4 sebesar +0,69 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -16. Kondisi tersebut secara umum berpengaruh terhadap berkurangnya potensi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Sementara itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan berada pada fase 7 hingga 8 dan masih aktif secara spasial di wilayah Papua bagian tengah hingga timur. Selain itu, gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Indonesia dengan pergerakan dari barat ke timur, sedangkan gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di wilayah utara Pulau Sumatra.

BMKG juga mendeteksi potensi terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, serta perairan sekitarnya yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan memicu cuaca ekstrem.

Sejumlah Daerah Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG memprakirakan cuaca pada periode 5 hingga 7 Juni 2026 masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai wilayah Indonesia.

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dengan status peringatan dini kategori Siaga diperkirakan terjadi di Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, pada periode 8 hingga 11 Juni 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpeluang mengalami hujan ringan hingga lebat. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori Siaga untuk wilayah Papua Pegunungan yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Risiko yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan terhadap aktivitas transportasi.

Baca Juga

Ada Nahkoda Baru di BGN, Pemerintah Pastikan MBG Tak Terganggu

Jakarta - Pemerintah menegaskan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional...

Berlaku Bertahap hingga 2027, Kebijakan Ekspor Satu Pintu Resmi Dimulai

Jakarta - Pemerintah menegaskan kebijakan ekspor satu pintu melalui...

CEO Lei Jun Antar Langsung Mobil Listrik Xiaomi YU7 GT, Akselerasinya Bikin Tercengang

Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun bersama aktris Taiwan...

Sendang Agung Sidoarjo, Sumber Mata Air Bersejarah yang Tak Pernah Kering

Sidoarjo - Keberadaan Sendang Agung di Desa Urang Agung,...

Gudang Satwa Ilegal Digerebek, 11 Sanca Hijau Dilindungi Disita

Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Jenderal...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini