Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet paralimpiade yang mampu bersaing di tingkat dunia. Oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) membangun sarana latihan yang memadai untuk menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Pembangunan Paralympic Training Center di Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah berstandar internasional ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan prestasi atlet difabel Indonesia.
“Saya yakin Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak atlet paralimpiade berbakat. Dengan pembangunan Paralympic Training Center ini, diharapkan para atlet paralimpiade Indonesia dapat berlatih dengan lebih optimal dan terarah,” ujar Dody dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6)
Paralympic Training Center dibangun dengan nilai anggaran mencapai Rp421,9 miliar di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi. Adapun total luas bangunan yang tersedia mencapai 34.346 meter persegi.
Kompleks olahraga tersebut dilengkapi gedung olahraga terpadu dan asrama yang mampu menampung hingga 392 atlet. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur kini semakin diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pusat pelatihan ini menyediakan berbagai fasilitas olahraga yang dirancang sesuai kebutuhan cabang olahraga paralimpiade. Fasilitas tersebut mencakup kolam renang, arena boccia, lapangan menembak, tenis meja, bulu tangkis, angkat besi, blind judo, lintasan atletik, hingga lapangan sepak bola.
Keberadaan pusat pelatihan ini juga diperkirakan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Aktivitas para atlet, pelatih, tenaga pendukung, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga berpotensi menggerakkan sektor jasa, pariwisata, kuliner, dan usaha mikro di Kabupaten Karanganyar.
Kementerian PU juga telah menyiapkan rencana pengembangan tahap kedua yang meliputi penambahan fasilitas olahraga dan asrama guna meningkatkan kapasitas pembinaan atlet paralimpiade nasional.
Pembangunan Paralympic Training Center menjadi salah satu bukti bahwa infrastruktur yang dibangun pemerintah tidak hanya menghasilkan bangunan fisik. Lebih dari itu, fasilitas tersebut membuka peluang lahirnya prestasi baru, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan kesempatan yang lebih setara bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

