28 C
Jakarta
Senin, Juni 15, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANTerungkap, Dana Investasi Danantara Bukan Berasal dari Aset Utama BUMN

Terungkap, Dana Investasi Danantara Bukan Berasal dari Aset Utama BUMN

Jakarta – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, menegaskan bahwa Danantara sejak awal dirancang dengan sistem mitigasi risiko yang jelas. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah pemisahan fungsi antara pengelolaan aset dan aktivitas investasi.

Menurut Dony, skema tersebut dibuat agar kegiatan investasi yang dilakukan Danantara tidak berdampak langsung terhadap kondisi keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi fondasi utama lembaga tersebut. Pemisahan fungsi itu juga telah menjadi bagian dari desain kelembagaan sejak Danantara dibentuk.

Ia menjelaskan, Danantara memiliki dua unit yang menjalankan peran berbeda namun saling melengkapi. Unit pertama bertugas mengelola dan mengonsolidasikan aset BUMN, sedangkan unit lainnya fokus pada aktivitas investasi.

“Dari awal kita sudah mendesain, kita pecah. Di Danantara itu ada dua. Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arms-nya,” kata Dony saat berbincang dalam podcast Bukan Kaleng Kaleng baru-baru ini.

Dony menuturkan, pemisahan tersebut penting untuk memastikan risiko investasi tidak secara langsung memengaruhi aset-aset BUMN yang berada dalam pengelolaan Danantara. Karena itu, keberlanjutan lembaga tersebut sangat bergantung pada kinerja dan kesehatan perusahaan-perusahaan negara yang menjadi bagian dari portofolionya.

Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa dana investasi yang dikelola Danantara tidak berasal dari aset utama BUMN. Sumber dana investasi tersebut berasal dari dividen yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan negara yang dikelola secara sehat dan produktif.

“(Aset) yang diinvestasikan adalah dividen. Dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management itu selanjutnya diinvestasikan untuk hal yang produktif seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Perkuat Tata Kelola dan Transparansi

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap pengelolaan aset negara dan BUMN, Dony menilai penting untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai mekanisme kerja Danantara, termasuk alasan di balik pemisahan fungsi antara pengelolaan aset dan investasi.

Menurutnya, pemahaman publik terhadap struktur dan tujuan Danantara diperlukan agar masyarakat mengetahui arah kebijakan pemerintah dalam mengelola aset negara secara berkelanjutan.

Dony juga menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan atau governance yang baik di seluruh BUMN yang berada dalam portofolio Danantara. Dengan tata kelola yang kuat, Danantara diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai instrumen strategis pengelolaan aset negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian dan pemisahan fungsi akan terus menjadi landasan utama dalam operasional Danantara guna menjaga keberlanjutan investasi dan kesehatan perusahaan-perusahaan negara yang dikelolanya.

Baca Juga

Setelah Kuasai Pasar EV, Raksasa Mobil Listrik BYD Incar Formula 1?

Rumor mengenai kemungkinan masuknya BYD ke ajang Formula 1...

Dewan Pers Siapkan Usulan di RUU Hak Cipta, Karya Jurnalistik Harus Dilindungi

Jakarta - Dewan Pers menggelar forum dengar pendapat untuk...

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah, Menteri PPPA: Tak Ada Toleransi

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA),...

DANA dan KKP Bersihkan Pantai Bali, 317 Kg Sampah Berhasil Dikumpulkan

Jakarta - DANA bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)...

Belanja Makin Seru, Festival Jakarta Great Sale Targetkan Transaksi Rp16 Triliun

Jakarta - Ajang pesta diskon tahunan Festival Jakarta Great...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini