28.9 C
Jakarta
Selasa, Juli 21, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISJawa Tengah Siap Jadi Raja Susu Nasional, Peternakan Sapi Perah Terbesar Dibangun

Jawa Tengah Siap Jadi Raja Susu Nasional, Peternakan Sapi Perah Terbesar Dibangun

Brebes – Jawa Tengah segera memiliki peternakan sapi perah terpadu berskala besar. Fasilitas yang mampu menampung hingga 30.000 ekor sapi perah itu mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Brebes melalui proyek investasi PT Global Dairi Bersama.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Senin (20/7) dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri.

Peternakan modern yang berdiri di atas lahan seluas 710 hektare itu tidak hanya difungsikan sebagai pusat budidaya sapi perah. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pengolahan susu, instalasi pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik, hingga pusat produksi pakan ternak. Total nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu investasi terbesar di sektor peternakan nasional. Menurutnya, keberadaan peternakan dan pabrik susu tersebut akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra industri susu terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

“Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Jadi Jawa Tengah akan lebih swasembada pangan terkait dengan produksi susu. Apalagi didukung juga oleh Menteri Pertanian,” ujar Luthfi.

Ia menjelaskan, populasi sapi perah di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 77.566 ekor dengan produksi susu sekitar 78.465 ton per tahun. Sementara kebutuhan susu masyarakat mencapai sekitar 94.730 ton per tahun sehingga sebagian pasokan masih didatangkan dari provinsi lain.

Dengan beroperasinya peternakan baru tersebut, Luthfi optimistis kebutuhan susu di Jawa Tengah dapat dipenuhi dari produksi sendiri, bahkan berpotensi memasok kebutuhan nasional.

“Kebutuhan di Jawa Tengah jelas akan sangat tercukupi dengan adanya investasi ini. Selama ini kita masih membutuhkan sekitar 22 ribu ton susu per tahun dari provinsi lain. Jika peternakan ini beroperasi, produksi susu kita diperkirakan akan melampaui kebutuhan daerah,” katanya.

Selain meningkatkan produksi susu, proyek tersebut juga diyakini mampu memperkuat iklim investasi di Jawa Tengah. Menurut Luthfi, provinsi tersebut semakin diminati investor karena didukung stabilitas wilayah, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.

“Jawa Tengah kini menjadi salah satu tujuan utama investasi, baik industri padat karya maupun padat modal. Proyek ini bukan hanya menghadirkan investasi besar, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, mengatakan pembangunan PT Global Dairi Bersama merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada susu nasional.

Ia menilai Brebes dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki potensi pertanian yang besar, didukung sumber daya manusia yang produktif, serta komitmen pemerintah daerah dalam mendorong investasi.

“Kami memilih Brebes di Jawa Tengah karena memiliki potensi agraris yang luar biasa, etos kerja masyarakat yang tinggi, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah,” kata Ihsan.

Menurutnya, peternakan tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 180.000 ton susu segar setiap tahun. Kehadiran fasilitas ini diperkirakan akan meningkatkan populasi sapi perah di Jawa Tengah sekitar 32 persen dan mendongkrak produksi susu segar hingga 18–20 persen, sekaligus menjadikan Jawa Tengah sebagai produsen susu terbesar kedua di Indonesia.

Dalam operasionalnya, PT Global Dairi Bersama juga akan menggandeng masyarakat melalui berbagai skema kemitraan. Program tersebut meliputi pengembangan sapi pejantan untuk produksi daging, pengelolaan sapi perah dengan produktivitas di bawah 15 liter susu per hari oleh peternak lokal, serta kerja sama penyediaan pakan ternak.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan konsumsi susu nasional terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan gizi masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi.

Amran optimistis konsep peternakan terpadu yang dikembangkan PT Global Dairi Bersama dapat mempercepat tercapainya target swasembada susu, baik di Jawa Tengah maupun secara nasional.

Baca Juga

Wacana Pembatasan Penerima MBG Belum Diputuskan, Tunggu Hasil Evaluasi

Jakarta - Pemerintah belum memutuskan untuk membatasi penerima manfaat...

Terapi SNM Pertama, Pasien Gangguan Saraf Kini Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Negeri

Jakarta - Pasien di Indonesia yang mengalami gangguan berkemih...

Kemendag Buka Suara! Urus NIB Ternyata Tidak Ada Kaitannya dengan Pajak

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kewajiban memiliki Nomor...

Jutaan Pekerjaan Terancam Hilang, Kemendiktisaintek Desak PTS Segera Bertransformasi

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)...

Danantara: Saatnya Indonesia Naik Kelas dalam Rantai Pasok Global Mineral

Jakarta – Indonesia dinilai perlu memperkuat posisi dalam rantai...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini