katafoto, Jakarta – Danantara Indonesia memperluas penjajakan kerja sama teknologi strategis dengan Thales melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja sama tersebut mencakup empat sektor utama, yakni kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sistem pertahanan, teknologi digital, serta keamanan siber.
Kolaborasi ini diarahkan untuk membuka peluang investasi sekaligus memperkuat kemampuan inovasi dan daya saing ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Kerja sama di sektor teknologi strategis juga diharapkan dapat mendukung ketahanan serta kedaulatan nasional.
Bagi Danantara Indonesia, AI, teknologi digital, sistem pertahanan, dan keamanan siber memiliki peran penting dalam membangun fondasi ekonomi masa depan. Investasi pada sektor-sektor tersebut dinilai dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kapasitas industri nasional.
Sementara itu, Thales membawa pengalaman dan teknologi global di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, serta solusi digital. Perusahaan tersebut telah menjalankan kegiatan di Indonesia selama hampir 50 tahun dengan teknologi yang ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional kritis.
Melalui MoU tersebut, Danantara Indonesia dan Thales akan menjajaki sejumlah peluang investasi dan pengembangan teknologi di Indonesia. Beberapa bidang yang masuk dalam pembahasan antara lain manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, penerapan AI, pusat operasi keamanan siber, hingga pengembangan teknologi pasca-kuantum.
Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office, Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei mengatakan bawah Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri strategis berbasis teknologi yang akan membentuk masa depan perekonomian nasional.
“Sebagai investor jangka panjang, Danantara Indonesia meyakini bahwa investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritikal akan membantu mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperkuat kemampuan industri dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas,” ujarnya
Kerja sama ini tidak hanya melibatkan Danantara Indonesia dan Thales. Peluang kolaborasi juga terbuka dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara Indonesia dan memiliki keterkaitan dengan industri tersebut.
Investasi yang dihasilkan dari kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian. Selain menciptakan nilai ekonomi, kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik dan membuka peluang bagi masyarakat Indonesia.
Sementara itu Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group, Guy Bonassi mengatakan bahwa “Thales sangat antusias dapat bekerja sama dengan Danantara untuk pertama kalinya di sektor-sektor mutakhir dan strategis seperti AI dan pertahanan. Kami merasa terhormat dipilih oleh Danantara Indonesia untuk berkontribusi pada proyek-proyek ambisius yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapabilitas industri lokal. Berbekal hampir 50 tahun kehadiran di Indonesia, Thales menghadirkan teknologi yang mendukung kedaulatan serta ketahanan ekonomi nasional.”

