26.7 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALBanjir dan Kemacetan Banyumas Jadi Sorotan Komisi V DPR RI

Banjir dan Kemacetan Banyumas Jadi Sorotan Komisi V DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, menerima audiensi dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Banyumas di Gedung Nusantara II, Senayan. Pertemuan tersebut membahas pembangunan infrastruktur strategis untuk wilayah Jawa Tengah bagian selatan, khususnya Kabupaten Banyumas.

Yanuar menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam mempercepat pengembangan infrastruktur di wilayah ini, yang dinilai masih kurang memadai. Salah satu fokus utama diskusi adalah kelanjutan proyek jalan tol Pejagan-Cilacap. Proyek ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas barang dan orang serta menjadi katalis pertumbuhan ekonomi bagi Jawa Tengah bagian selatan.

“Proyek jalan tol Pejagan-Cilacap sangat diharapkan masyarakat. Infrastruktur ini akan mempercepat arus transportasi dan mendukung perekonomian daerah,” ujar Yanuar di Senayan, Jakarta, Senin (25/11)

Banjir dan Kemacetan Banyumas Jadi Sorotan Komisi V DPR RI
Anggota Komisi V DPR RI Yanuar Arif Wibowo, saat menerima audiensi dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Banyumas di Gedung Nusantara II, Senayan. (katafoto/HO/Azka/vel)

Selain proyek jalan tol, masalah kemacetan di wilayah Tanjung, Banyumas, juga menjadi topik penting. Kemacetan ini terutama disebabkan oleh kondisi jembatan yang sudah tua serta adanya lintasan rel kereta api di tengah jalan. Untuk mengatasi masalah ini, DPRD Banyumas mengusulkan pembangunan flyover di Rawalo sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar arus lalu lintas.

“Pembangunan flyover di Rawalo diusulkan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran transportasi di titik rawan ini,” ujar Yanuar.

Masalah banjir di wilayah timur Banyumas, seperti Sumpiuh, Tambak, dan Kemranjen, turut menjadi perhatian dalam audiensi ini. Banjir yang rutin terjadi setiap musim hujan disebabkan oleh pendangkalan sungai yang belum dinormalisasi selama lebih dari 15 tahun.

DPRD Banyumas meminta bantuan Komisi V DPR RI untuk menyampaikan kebutuhan normalisasi ini kepada pemerintah pusat, mengingat kendala kewenangan pemerintah daerah dalam pengelolaan sungai.

“Kami menerima aspirasi ini dan akan memperjuangkannya melalui mitra kerja terkait. Masalah banjir di wilayah Banyumas timur perlu segera ditangani,” kata Yanuar, yang juga merupakan legislator dari Dapil Jawa Tengah VIII.

Yanuar menyatakan bahwa hasil dari audiensi ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayah selatan Jawa Tengah. Ia optimistis langkah ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dukungan pemerintah pusat terhadap infrastruktur di Banyumas akan membawa dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan ekonomi daerah,” tutup Yanuar.

Baca Juga

Unik, Warga Desa Pesanggrahan Bayar PBB Pakai Bambu, Hasilnya Fantastis

Cilacap - Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas...

Kampung Internet Jadi Ladang Talenta Baru di Bidang Teknologi

Nusa Tenggara Barat - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)...

Stunting Masih Tinggi, Plan Indonesia Soroti Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta - Plan Indonesia menilai pelaksanaan program makan bergizi...

SIG Gaspol Energi Bersih! Emisi Turun, Batu Bara Ditekan

Jakarta - Meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim,...

Sempat Lumpuh karena Banjir, Kini 26 Ruang Kelas Darurat telah Berdiri

Batang Anai - Suasana hangat terasa saat lagu “Rukun...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini