28.4 C
Jakarta
Selasa, September 22, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANBRI Siap Adopsi Teknologi AI, Peran Manusia Tetap Penting

BRI Siap Adopsi Teknologi AI, Peran Manusia Tetap Penting

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan keseriusannya dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) tanpa mengesampingkan peran tenaga kerja manusia. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital BRI yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah sekaligus memberdayakan pekerja.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Arga M. Nugraha, menekankan bahwa teknologi AI diimplementasikan untuk mendukung efisiensi tanpa menghilangkan nilai penting sumber daya manusia dalam proses kerja.

“Peran manusia tetap ada, bahkan produktivitas kita dapat meningkat berkat dukungan teknologi AI,” ujar Arga dikutip dari keterangan tertulis.

BRI Siap Adopsi Teknologi AI, Peran Manusia Tetap Penting
Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Arga M. Nugraha saat memberikan paparan di Jakarta. (katafoto/HO/BRI)

Ia menmbahkan bahwa dua faktor utama yang memengaruhi sejauh mana AI berdampak pada pekerjaan, yaitu kompleksitas tugas yang dilakukan dan kapabilitas individu, termasuk tingkat pengalaman dan pengetahuan mereka.

BRI sendiri telah memanfaatkan AI untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah dalam proses credit scoring. Teknologi ini digunakan untuk menilai kelayakan kredit calon nasabah secara lebih akurat dan efisien. Dengan penerapan AI, BRI mendapatkan manfaat signifikan dalam menganalisis profil nasabah secara menyeluruh.

Selain itu, BRI terus mengembangkan kecerdasan buatan untuk mendukung kegiatan operasional, layanan pelanggan, dan pengelolaan risiko. Salah satu fokus utamanya adalah penerapan sistem anti-penipuan (anti-fraud) dan analisis risiko. Teknologi ini memungkinkan BRI mengidentifikasi pola melalui data besar (big data), termasuk data yang tidak terstruktur. Sistem ini membantu mendeteksi potensi penipuan, mengevaluasi risiko, serta meningkatkan performa berbagai produk perbankan.

Lebih jauh, teknologi AI juga diintegrasikan ke seluruh lini layanan, baik di bagian operasional internal (back office) maupun di bagian yang berhubungan langsung dengan nasabah (front office). Integrasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan hasil operasional secara keseluruhan.

Namun, Arga menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pemanfaatan teknologi ini. Prinsip tata kelola yang baik harus tetap diterapkan untuk menghindari dampak negatif.

“AI memberikan banyak keuntungan, tetapi kita harus bijak dalam penggunaannya. Pemanfaatan AI harus selalu didasarkan pada nilai dan manfaat yang dihasilkan,” tutup Arga.

Baca Juga

Pameran MTQ Nasional di Semarang Bikin Kaget, Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

katafoto, Semarang - Pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional...

Jalur Wamena-Mbua Mencekam, Sopir Angkutan Tewas dan Kendaraan Dibakar

katafoto, Jakarta - Aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok...

Malam Final Abang-None Jakarta 2026, Herve Pierre dan Citra Sabet Gelar Juara

katafoto, Jakarta - Herve Pierre Sidarta (Piere) asal Jakarta...

Bukan Cuma Sertifikasi, H20 Hasilkan 39 Kerja Sama untuk Perkuat Ekosistem Halal

katafoto, Jakarta - Hari pertama penyelenggaraan The 5th Summit...

AI Bikin Kebutuhan Listrik Meledak, YTL Power Bakal Ekspansi ke Indonesia

katafoto, Jakarta - YTL Power International, perusahaan energi asal...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini