29.4 C
Jakarta
Jumat, Agustus 7, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALTahun Ini Sistem Evaluasi Hasil Belajar Akan Berubah, Apa yang Baru?

Tahun Ini Sistem Evaluasi Hasil Belajar Akan Berubah, Apa yang Baru?

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyelesaikan kajian terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Namun, pengumuman resmi mengenai hal tersebut akan disampaikan sebelum tahun ajaran baru 2025/2026 dimulai. Mengenai nama ujian yang akan diterapkan, pihak kementerian meminta masyarakat untuk menunggu informasi lebih lanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam Taklimat Media Akhir Tahun 2024 yang juga mencakup laporan capaian kinerja Kemendikdasmen sepanjang tahun 2024 dan paparan kebijakan pendidikan untuk 2025, pada Selasa (31/12)

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Ujian Nasional (UN) hanya merupakan salah satu nama yang digunakan dalam evaluasi hasil belajar siswa di Indonesia. Sejak dahulu, Kemendikdasmen telah menerapkan berbagai bentuk ujian dengan nama yang berbeda-beda untuk mengevaluasi hasil belajar, seperti ujian penghabisan, ujian sekolah, Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA), dan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS), hingga Asesmen Nasional (AN) yang diterapkan saat ini.

“Selama ini, berbagai nama ujian digunakan sebagai bagian dari sistem evaluasi kita,” ungkap Abdul Mu’ti.

Menteri Mu’ti juga menjelaskan bahwa Asesmen Nasional (AN) yang diterapkan saat ini hanya digunakan sebagai sampling dan tidak berfungsi sebagai penentu kelulusan siswa. Hal ini telah memicu pendapat yang mengkritik efektivitas AN sebagai alat evaluasi akhir, salah satunya datang dari Tim Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi yang merasa ketidakpuasan terhadap sistem evaluasi yang ada.

Kemendikdasmen berkomitmen untuk mengkaji ulang sistem evaluasi hasil belajar yang lebih tepat guna.

“Kami telah mempelajari seluruh pengalaman sejarah ini, termasuk kekhawatiran masyarakat, dan pada akhirnya akan mengembangkan sistem evaluasi baru yang berbeda dari yang sebelumnya,” ujar Menteri Mu’ti.

Pemerintah, melalui Kemendikdasmen, sedang mempersiapkan sistem evaluasi baru yang diharapkan dapat mengatasi kekurangan-kekurangan pada sistem sebelumnya. Sistem evaluasi ini nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang perkembangan belajar siswa dan memenuhi kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Baca Juga

Orang Tua Diminta Lepas Gadget 1 Jam Sehari, Menteri PPPA Ungkap Dampaknya

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Fenomena Upwelling Bikin Ikan Melimpah, Nelayan DKI Panen Rezeki

Jakarta - Musim kemarau memberikan dampak positif bagi sektor...

BGN Temukan 414 Dapur MBG Bermasalah, Pastikan Tak Ada yang Kebal Hukum

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan sebanyak 414...

BRIN Sebut Kapal Listrik Nelayan Diklaim Pangkas Biaya hingga 70 Persen

Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),...

BGN Copot 137 Kepala SPPG, Zero Tolerance untuk Keracunan dan Korupsi

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini