Tangerang – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menekankan pentingnya meningkatkan kualitas bandara di Indonesia agar dapat bersaing dengan fasilitas di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Erick menyatakan bahwa bandara adalah representasi pertama suatu negara. Wisatawan dan pengunjung internasional akan menilai sebuah negara melalui fasilitas, pelayanan, dan kenyamanan bandaranya.
“Kita perlu meng-upgrade bandara-bandara di Indonesia,” ujar Erick saat meninjau progres Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Rabu (01/1)
Peningkatan kualitas bandara akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.
Menurut Erick, upaya peningkatan ini tidak selalu memerlukan pembangunan terminal baru. Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan Terminal 4 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang sebelumnya membutuhkan anggaran hingga Rp14 triliun, telah ditunda setelah dilakukan kajian ulang. Kajian tersebut menunjukkan bahwa perbaikan terminal yang ada hanya membutuhkan dana sekitar Rp1 triliun.
“Langkah efisiensi ini tidak hanya memberikan penghematan besar, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta secara signifikan, dari 56 juta menjadi 94 juta penumpang per tahun,” tambah Erick.
Ia juga memberikan apresiasi kepada tim PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports atas upaya mereka dalam mereview proyek-proyek yang dinilai kurang efisien di bawah naungan Kementerian BUMN.
Erick berharap, bandara di Indonesia tidak hanya memenuhi standar internasional tetapi juga menjadi simbol kebanggaan nasional yang mampu bersaing secara global.

