33.2 C
Jakarta
Jumat, April 10, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALIndustri Media Tertekan Transformasi Digital, Pemerintah Diminta Bertindak

Industri Media Tertekan Transformasi Digital, Pemerintah Diminta Bertindak

Jakarta – Transformasi digital yang kian pesat turut mengguncang industri media. Kepala Center of Industry, Trade and Investment dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, menilai bahwa perubahan pola konsumsi informasi telah menyebabkan media konvensional seperti televisi dan cetak makin terpinggirkan, yang berdampak pada meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tersebut.

Andry menjelaskan, kemudahan akses terhadap informasi melalui perangkat mobile menjadi alasan utama masyarakat lebih memilih platform digital. Dalam kondisi ini, media tradisional dituntut untuk menyesuaikan diri agar tetap relevan dan kompetitif di tengah laju digitalisasi.

“Fakta hari ini menunjukkan, masyarakat lebih banyak mengakses informasi lewat ponsel ketimbang menyaksikan siaran televisi,” ujar Andry saat diwawancara oleh Beritasatu.com pada Jumat (9/5), menanggapi gelombang PHK yang melanda berbagai perusahaan media.

Meski mendorong adopsi platform daring, Andry mengingatkan agar peralihan ke media digital tetap mengedepankan etika dan standar jurnalistik. Menurutnya, banyak konten digital, terutama di media sosial, mengorbankan kualitas dan kedalaman informasi demi kecepatan dan daya tarik instan, seperti tren video pendek saat ini.

“Pindah ke platform online itu penting, tapi jangan sampai substansi informasinya tergerus. Konten harus tetap informatif dan mendidik,” tegasnya.

Selain itu, Andry juga menyoroti persoalan menurunnya tingkat literasi masyarakat Indonesia. Hal ini memperbesar potensi publik untuk terjebak dalam informasi yang dangkal, provokatif, dan minim verifikasi.

Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam menjawab tantangan ini, baik dari sisi hulu seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program literasi, maupun dari sisi hilir dengan memberikan dukungan dan insentif untuk media yang konsisten menyajikan jurnalisme berkualitas.

“Negara harus hadir. Pemerintah bisa mendorong peningkatan literasi di masyarakat, dan di sisi lain membantu media menjaga kualitas konten lewat berbagai insentif,” tandas Andry.

Baca Juga

Perjalanan Dinas Dipotong Besar-Besaran, Kemenag Fokus Layanan Publik

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) melakukan berbagai langkah menghadapi...

Panen Perdana Padi Gogo di IKN Bikin Kagum, Hasilnya Tak Disangka

IKN - Panen bersama Padi Gogo yang digelar di...

Galon Guna Ulang vs Sekali Pakai, Mana Lebih Ramah Lingkungan?

Jakarta - Di tengah meningkatnya jumlah sampah plastik nasional,...

Jangan Sampai Boncos! Ini Batas Aman Utang dan Tabungan Menurut Pakar

Yogyakarta - Pola konsumsi masyarakat umumnya meningkat cukup tinggi...

Mangrove Bali Terancam? KKP Ungkap Fakta di Balik Dugaan Limbah

Bali - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini