25.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 13, 2026
BerandaKATA BERITAStop Penggunaan Plastik di Tangsel, Pilar Saga Lakukan Sosialisasi

Stop Penggunaan Plastik di Tangsel, Pilar Saga Lakukan Sosialisasi

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan melakukan sosialisasi Peraturan Wali (Perwal) Kota Tangerang Selatan No.83 Tahun 2022, tentang pelarangan penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai. Sosialisasi dilakukan di 8 titik lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Tangerang Selatan, Kamis (10/08).

“Hari ini kita sedang melakukan sosialisasi di beberapa titik pusat perdagangan. Baik itu Pasar Modern, Kafe, Restoran dan usaha lainnya. Hari ini 8 titik kita kunjungi bersama DLH dan Disperindag,” ungkap Pilar.

Aturan Perwal tersebut telah disahkan sejak tahun lalu, dan saat ini sosialisasi dengan pendekatan persuasif masih dilakukan.

“Aturan Perwal sudah ada sanksi tegasnya yang menunggu para pelanggar. Saat ini kita melakukan sosialisasi dengan pendekatan persuasif,” ungkapnya. Hal ini perlu dilakukan agar tumbuh kesadaran di masyarakat untuk mengurangi plastik sekali pakai.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan melakukan sosialisasi Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan No.83 Tahun 2022, tentang pelarangan penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di salah satu pasar modern di Tangerang Selatan, Kamis (10/08/2023). (katafoto/HO/HumasTangsel)

“Bagaimana kesadaran ini bisa ditumbuhkan, supaya apa? sekarang ini kita lihat penumpukan terjadi sampah itu semua mayoritas sampah plastik dan itu gak bisa didaur ulang. Tidak bisa dipungut atau diambil oleh pemulung atau pelaku bank sampah,” ungkap Pilar.

“Kita tujuannya bukan untuk memenjarakan atau mendenda masyarakat hanya karena sampah. Tapi kesadaran, kalau masyarakat hanya takut karena denda maka dia tidak melakukan hanya di depan kita. Tetapi kesadaran ini yang harus kita tumbuhkan,” tambahnya mengutip dari laman tangerangselatan.

Pilar juga meminta pelaku usaha untuk bisa kreatif dalam mencari pengganti penggunaan plastik sekali pakai. Selain mengurangi sampah, hal tersebut supaya mudah diurai oleh tanah.

“Harus didorong supaya penggunaan sampah plastik sekali pakai seperti sedotan, kantong plastik untuk belanjaan dihindari penggunaannya. Atau misalkan diganti dengan plastik cassava dan pakai kain sebagai pengganti plastik belanja,” tutupnya.

 

Baca Juga

World Economic Forum Soroti Inklusi, DANA Catat 43 Persen Pengguna Unbanked

Jakarta - DANA menegaskan posisinya sebagai representasi industri teknologi...

Rahasia Bayi Aktif Tanpa Bocor? Ini Inovasi Terbaru Popok MAKUKU

Jakarta - Setiap gerakan si kecil merupakan bagian krusial...

Petani Mojorembun Raup Rp30 Juta per Hektare, Rahasianya Teknologi Modern

Rembang - Kemajuan teknologi di sektor pertanian membawa dampak...

YouTube dan Google Perkuat Perlindungan Anak di Dunia Digital

Jakarta - YouTube bersama Google menegaskan komitmennya dalam menciptakan...

Infrastruktur Rusak, Pemerintah Gerakan 20 Ribu Warga Lewat Padat Karya

Jakarta - Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini