27.1 C
Jakarta
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaFOTOEKONOMI BISNISOptimis Capai Target Menuju Sawit Emas 2045

Optimis Capai Target Menuju Sawit Emas 2045

Pekerja memetik tandan buah kelapa sawit, di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), Desa Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/6/2024). (katafoto/Frizal)
Pekerja memetik tandan buah kelapa sawit, di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), Desa Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/6/2024). (katafoto/Frizal)
Pekerja membawa tandan buah kelapa sawit, di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), Desa Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/6/2024). (katafoto/Frizal)
Pekerja membawa tandan buah kelapa sawit, di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), Desa Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/6/2024). (katafoto/Frizal)
Pekerja membawa tandan buah kelapa sawit, di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), Desa Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/6/2024). (katafoto/Frizal)
Pekerja mengumpulkan tandan buah kelapa sawit, di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), Desa Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/6/2024). (katafoto/Frizal)
Pekerja menunjukkan tandan buah kelapa sawit, di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), Desa Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/6/2024). (katafoto/Frizal)

 

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) optimis bahwa prospek kelapa sawit di tengah gelaran Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2024 masih cerah. Hingga kini, Indonesia masih menguasai 54 persen pasar global dengan nilai ekspor mencapai 28,45 miliar dolar AS pada tahun 2023.

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan bahwa negara-negara besar seperti AS membutuhkan kelapa sawit, terutama di sektor industri. Gapki optimistis bisa mencapai target pemerintah untuk memproduksi 100 juta ton CPO per tahun pada tahun 2045 sesuai dengan program Sawit Emas 2045.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor minyak kelapa sawit (CPO) turun sebesar 27,11 persen, diikuti penurunan batu bara 16,85 persen secara tahunan (YoY) per Mei 2024. Penurunan  itu disebabkan oleh kondisi permintaan CPO yang sempat menurun dimana stok minyak nabati lainnya masih melimpah sehingga harga minyak sawit Indonesia kurang kompetitif

Baca Juga

Indonesia Bisa Untung dari Persaingan AS-Tiongkok, Sektor Ini Jadi Kuncinya

Jakarta - Persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok...

Festival Jakarta Great Sale 2026 Berakhir, Transaksi Tembus Rp16,8 Triliun

Jakarta - Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 resmi...

Kemendag Buka Suara! Urus NIB Ternyata Tidak Ada Kaitannya dengan Pajak

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kewajiban memiliki Nomor...

Satgas PHK Siapkan Aplikasi untuk Deteksi Dini Perusahaan yang Berisiko PHK

Jakarta - Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK)...

Jawa Tengah Siap Jadi Raja Susu Nasional, Peternakan Sapi Perah Terbesar Dibangun

Brebes - Jawa Tengah segera memiliki peternakan sapi perah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini