28.9 C
Jakarta
Sabtu, Oktober 31, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALMafia Tanah Jadi Target Utama, ATR/BPN Gandeng Kementerian Pertahanan

Mafia Tanah Jadi Target Utama, ATR/BPN Gandeng Kementerian Pertahanan

Jakarta – Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, resmi menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertahanan dengan Kementerian ATR/BPN. Acara ini berlangsung pada Kamis (14/11), di Jakarta, dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Tahun 2024.

Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai bagian dari upaya pemberantasan mafia tanah yang kini menjadi perhatian serius Presiden RI Prabowo Subianto. Permasalahan mafia tanah mendapatkan atensi khusus, termasuk usulan untuk menjerat para pelaku dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagai upaya pemiskinan dan memberikan efek jera yang nyata dalam penegakan hukum.

Mafia Tanah Jadi Target Utama, ATR/BPN Gandeng Kementerian Pertahanan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disaksikan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid memukul gong pada pembukaan Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan di Jakarta, Kamis (14/11/2024) (katafoto/HO/Humas Setjen Kemhan)

“Saya berharap ke depan kita dapat mengenali hambatan dan kendala dalam menangani Tindak Pidana Pertanahan, sehingga kita lebih efektif dalam menuntaskan kasus-kasus yang ada,” ujar Menteri ATR/BPN dalam sambutannya.

Menteri Nusron mengungkapkan bahwa kementerian telah mengidentifikasi akar persoalan dari sengketa dan konflik pertanahan, termasuk keterlibatan oknum internal ATR/BPN.

Ia menegaskan bahwa selain memperkuat kerja sama dengan pemangku kepentingan eksternal, penguatan sistem internal dan peningkatan kapabilitas serta integritas sumber daya manusia di BPN menjadi langkah penting.

“Untuk memberantas mafia tanah, kita perlu memperbaiki sistem internal dan meningkatkan integritas SDM di BPN,” imbuh Nusron.

Rapat ini juga membahas langkah-langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian sengketa pertanahan yang tengah berlangsung, sekaligus mencegah potensi konflik pertanahan di masa depan. Penyelesaian sengketa yang cepat dan tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas sosial di Indonesia.

Baca Juga

Kebutuhan Beras Capai 2,5 Juta Ton per Bulan, Mentan Amran Optimistis Stok Tetap Terjaga

katafoto, Jakarta - Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi...

Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, Jakarta dan Bekasi Sepakat Kelola Bantargebang 5 Tahun

katafoto, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan...

Tak Perlu Bolak-balik ke Kelurahan, SI JAGO Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

katafoto, Jakarta - Warga Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu,...

Styles AsikFest 2026 Jadi Panggung bagi Kreator dan UMKM Lokal

katafoto, Jakarta - Lippo Malls Indonesia (LMI) menuntaskan penyelenggaraan...

Danantara Bongkar Strategi Besar Transformasi BUMN, Teknologi dan Investasi Jadi Andalan

katafoto, Jakarta - Penguatan kinerja BUMN, pengembangan industri berbasis...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini