29.4 C
Jakarta
Minggu, Juni 14, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRITren Positif Industri Konstruksi, Pemerintah Fokus pada Pembangunan Rendah Emisi

Tren Positif Industri Konstruksi, Pemerintah Fokus pada Pembangunan Rendah Emisi

Jakarta – Industri jasa konstruksi di Indonesia menunjukkan perkembangan positif sepanjang semester pertama 2024. Nilai bisnis konstruksi mencapai Rp423,4 triliun, atau sekitar 12,73% dari total anggaran belanja negara sebesar Rp3.325,1 triliun pada tahun ini. Capaian ini memberikan optimisme besar bagi para pelaku industri, termasuk BlueScope Indonesia.

Wakil Presiden Sales dan Marketing NS BlueScope Indonesia, Irfan Fauzie, menyoroti pentingnya sinergi antar pelaku industri untuk mempertahankan tren positif ini.

“Pertumbuhan yang positif ini akan terus berlanjut jika semua pelaku industri dapat saling berkolaborasi dan menghadirkan produk berkualitas guna mendukung pembangunan infrastruktur,” ujar Irfan di Jakarta, Senin (25/11) dikutip dalam keterangan tertulis.

Menurut Irfan, agenda Konstruksi Indonesia (KI) 2024, yang digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, juga berkontribusi signifikan. Mengusung tema “Agility dan Adaptability Sektor Konstruksi yang Berdaya Saing”, pameran ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi.

Tren Positif Industri Konstruksi, Pemerintah Fokus pada Pembangunan Rendah Emisi

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menegaskan pentingnya inovasi untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, sejalan dengan program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kolaborasi adalah kunci dalam mendorong sektor konstruksi agar lebih inovatif dan berdaya saing,” ujar Diana.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU, Abdul Muis, menambahkan bahwa pembangunan berkelanjutan menjadi fokus utama pemerintah.

“Kami terus mendorong penggunaan teknologi dan material ramah lingkungan yang mendukung konsep pembangunan rendah emisi,” ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan keberlanjutan di sektor konstruksi, baik dalam teknologi maupun material yang digunakan.

Menurut Irfan Fauzie, pameran seperti Konstruksi Indonesia 2024 adalah ruang strategis untuk memperkuat hubungan antar pemangku kepentingan.

“Melalui pameran ini, kita dapat mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih baik dengan produk-produk berkualitas tinggi,” tutupnya.

Baca Juga

Umrah Makin Mahal, Kenaikan Avtur dan Dolar Picu Lonjakan Biaya Perjalanan

Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika...

BYD M6 DM Resmi Dijual di Indonesia, Dibanderol Mulai Rp298 Juta

Jakarta - PT BYD Motor Indonesia resmi mengumumkan harga...

China Bangun 35.000 Pabrik Pintar AI Pangkas Cacat Produk hingga 47 Persen

Tiongkok terus memperkuat transformasi sektor manufakturnya melalui pengembangan sistem...

Demi Pulihkan Nilai Rupiah, BI Rate Resmi Naik Jadi 5,50 Persen

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga...

Ramai Kabar SPPG Dihentikan Sementara, BGN Buka Suara

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini