24.5 C
Jakarta
Jumat, Februari 13, 2026
BerandaFOTONEWSHarvey Moeis Dituntut 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar dalam...

Harvey Moeis Dituntut 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar dalam Kasus Korupsi Timah

 

Jakarta – Terdakwa dugaan korupsi dalam tata niaga komoditas timah, Harvey Moeis, dituntut dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan pidana kurungan 1 tahun jika denda tidak dibayar. Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan bahwa Harvey Moeis terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama sesuai dengan dakwaan kesatu primair.

Jaksa juga menuntut agar Harvey Moeis membayar uang pengganti sebesar Rp 210 miliar, dikurangi nilai aset yang telah disita oleh penyidik. Apabila dalam waktu satu bulan setelah terbitnya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, Harvey Moeis tidak membayar uang pengganti tersebut, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk negara. Jika harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka pidana tambahan berupa kurungan penjara selama 6 tahun akan dikenakan.

Harvey Moeis, yang juga suami aktris Sandra Dewi, diduga terlibat dalam kegiatan pertambangan liar yang diakomodasi di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah. Harvey bekerja sama dengan Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, eks Direktur Utama PT Timah Tbk, untuk mengakomodasi pertambangan liar tersebut. Mereka sepakat untuk menutupi kegiatan tersebut dengan menyewa peralatan processing peleburan timah.

Harvey kemudian menghubungi beberapa smelter seperti PT Stanindo Inti Perkasa, CV Venus Inti Perkasa, PT Sariwiguna Binasentosa, dan PT Tinindo Internusa, untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Keuntungan yang dihasilkan dari kegiatan ini kemudian diserahkan kepada Harvey sebagai dana corporate social responsibility (CSR), yang difasilitasi oleh Manager PT QSE, Helena Lim.

Dari perbuatan melawan hukum ini, Harvey Moeis bersama Helena Lim diduga memperkaya diri dengan uang negara sebesar Rp 420 miliar. “Memperkaya terdakwa Harvey Moeis dan Helena Lim setidak-tidaknya Rp 420.000.000.000,” ungkap jaksa. Atas tindakannya, Harvey Moeis didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, serta Pasal 3 UU Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga

IAI Bongkar Alasan Baja Jadi Material Masa Depan Arsitektur Indonesia

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menilai material baja sebagai solusi...

Perjalanan Jauh Tak Lagi Drama, Destinator Bikin Anak Betah di Kabin

Pada kehidupan keluarga mobil kerap menjadi ruang kedua setelah...

Kampus UIN Malang Cetak Rekor MURI, Desain Bangunan Berlafaz Ar-Rahim

Malang - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim...

Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Jantung Jakarta

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah...

Wilsen Willim Hadir di Pendopo, Koleksi Imlek 2026 Tampil Timeless dan Modern

Tangerang Selatan - Menyambut Tahun Baru Imlek, Pendopo ruang...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini