28.9 C
Jakarta
Sabtu, Oktober 31, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANPemerintah Pastikan Kenaikan PPN Tidak Abaikan Kesejahteraan Pekerja

Pemerintah Pastikan Kenaikan PPN Tidak Abaikan Kesejahteraan Pekerja

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen tidak akan mengabaikan perlindungan terhadap pekerja, terutama mereka yang bekerja di sektor padat karya atau terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga kesejahteraan pekerja dalam menghadapi implementasi kebijakan tersebut.

“Kenaikan PPN ini adalah amanat undang-undang yang bertujuan menciptakan keadilan. Kebijakan ini bersifat selektif, di mana kelompok masyarakat yang mampu akan memberikan kontribusi lebih besar, sedangkan masyarakat kurang mampu akan mendapatkan perlindungan dari pemerintah,” ujar Menaker Yassierli dikutip dari keterangan tertulis Kemnaker Sabtu (21/12).

Bagi pekerja di sektor padat karya, pemerintah memberikan berbagai insentif, termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta per bulan. Selain itu, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang biasanya dibayarkan oleh perusahaan, akan mendapatkan potongan sebesar 50 persen selama enam bulan untuk meringankan beban pekerja dan perusahaan.

Bagi pekerja yang terkena PHK, pemerintah telah menyiapkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program ini mencakup manfaat tunai sebesar 60 persen dari gaji selama lima bulan, pelatihan keterampilan dengan nilai bantuan mencapai Rp2,4 juta, serta akses mudah ke Program Prakerja.

“Kami ingin memastikan pekerja yang kehilangan pekerjaan tetap memiliki daya beli sekaligus peluang untuk meningkatkan keterampilan mereka,” tegas Menaker.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Pemerintah berupaya menyeimbangkan penerimaan negara dari pajak dengan perlindungan sosial yang tepat sasaran.

“Langkah ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada optimalisasi penerimaan negara melalui pajak, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan tetap memperhatikan kesejahteraan pekerja dan buruh,” tutup Yassierli.

Baca Juga

Tak Hanya Vaksin Malaria, BRIN Siapkan 19 Kandidat Obat Herbal

katafoto, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan inovasi...

Cegah Abrasi, Kepulauan Seribu Bakal Dihijaukan dengan 105 Ribu Mangrove

katafoto, Jakarta - Sebanyak 105.000 bibit mangrove akan ditanam...

Pemerintah Kaji Lebih Dalam Definisi Korupsi dan Praktik Under-Invoicing

katafoto, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mengkaji...

Strategi Jitu Hadapi Harbolnas agar Keuntungan Bisnis Tetap Sehat

katafoto, Jakarta - Festival belanja daring seperti 10.10, 11.11,...

Kebutuhan Beras Capai 2,5 Juta Ton per Bulan, Mentan Amran Optimistis Stok Tetap Terjaga

katafoto, Jakarta - Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini