26.8 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANQRIS Jakarta Sumbang 32 Persen Transaksi Nasional, Target 130 Ribu Pengguna Baru

QRIS Jakarta Sumbang 32 Persen Transaksi Nasional, Target 130 Ribu Pengguna Baru

Jakarta – Transformasi digital di Jakarta terus berkembang pesat, terlihat dari lonjakan transaksi QRIS yang meningkat 167 persen secara tahunan (YoY). Jakarta juga menjadi kontributor utama dalam transaksi QRIS nasional dengan pangsa mencapai 32 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar, mengungkapkan bahwa pertumbuhan transaksi QRIS di Jakarta didorong oleh sektor akomodasi, makanan dan minuman (Akmamin), perdagangan, serta jasa perusahaan. Upaya pemerataan pemanfaatan QRIS di seluruh wilayah Jakarta terus dilakukan guna meningkatkan adopsi yang lebih luas.

Saat ini, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan volume transaksi tertinggi, mencakup 38,13 persen dari total transaksi, diikuti oleh Jakarta Barat dengan pangsa 23,10 persen.

Pada tahun 2025, KPw BI DKI Jakarta menargetkan penambahan 130 ribu pengguna baru QRIS, dengan volume transaksi diproyeksikan mencapai 2,2 miliar transaksi. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 105,90 persen YoY dibandingkan target tahun 2024.

Arlyana menjelaskan bahwa target 130 ribu pengguna baru tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk Jakarta yang memenuhi kriteria sebagai pengguna QRIS.

“Jadi kita juga sebetulnya melihat dari sisi jumlah penduduk Jakarta yang memang sudah layak menggunakan QRIS. Anak-anak misalnya, tidak dihitung dalam target ini. Yang dihitung adalah mereka yang berada di usia produktif dan memiliki akses terhadap sistem pembayaran digital,” ujarnya diktutip dalam berita jakarta pada Senin (10/2).

Selain menambah jumlah pengguna, KPw BI DKI Jakarta juga menargetkan peningkatan jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS.

“Saat ini, penggunaan QRIS masih didominasi oleh sektor Akmamin, tetapi ke depan, perluasan akan menyasar sektor usaha lain agar ekosistem digital semakin inklusif,” tambahnya.

Lebih lanjut, digitalisasi tidak hanya berkembang di sektor swasta, tetapi juga semakin diperkuat dalam pemerintahan. Hal ini tercermin dari Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemda (IETPD) Jakarta yang mencapai 99,8 persen pada Semester II 2024.

“Dengan tren digitalisasi yang semakin meningkat dan upaya perluasan penggunaan QRIS, Jakarta diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat transaksi digital di Indonesia,” tutup Arlyana.

Baca Juga

Masih Ada 5.700 Desa yang Belum Menikmati Listrik, Bahlil Siapkan Rp10,3 Triliun

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Gen Z Diminta Waspada, Algoritma Media Sosial Bisa Mengarahkan Opini Publik

Bogor - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat,...

Hanya 60 Menit Padam, Jakarta Berhasil Pangkas Emisi Karbon hingga 60 Ton

Jakarta - Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon...

Bertemu Prabowo, Menteri Haji Ungkap Terobosan Besar dalam Layanan Jemaah

Bogor - Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan sejumlah...

Tiga Hari Spesial HUT Jakarta, MRT Jakarta Hadirkan Tarif Rp1 bagi Penumpang

Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) mendukung kebijakan Pemerintah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini