29.9 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISBulog Jamin Pasokan Beras Aman, 1,95 Juta Ton Disiapkan

Bulog Jamin Pasokan Beras Aman, 1,95 Juta Ton Disiapkan

Jakarta – Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Novi Helmy Prasetya, mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki cadangan beras sebanyak 1,95 juta ton per 27 Februari 2025. Stok ini dipersiapkan untuk menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2025.

“Dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), yaitu bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri, Bulog mengelola stok komoditas pangan yang ditugaskan, yakni beras sebanyak 1.951.975 ton per 27 Februari 2025,” ujar Prasetya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/3)

Prasetya merinci bahwa dari total stok 1,95 juta ton tersebut, sekitar 1.901.024 ton merupakan beras medium atau PSO penugasan, sedangkan 50.951 ton lainnya adalah beras premium atau komersial. Seluruh stok ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia, meliputi 26 kantor wilayah serta 477 kompleks pergudangan.

“Selain beras sebagai komoditas penugasan, Bulog juga memiliki stok komoditas lain dalam kategori bisnis komersial, seperti tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, telur, serta jagung PSO dan jagung komersial. Dengan distribusi stok yang merata di seluruh Indonesia, Bulog berkomitmen menjaga stabilitas harga sesuai dengan mandat pemerintah,” tegasnya dikutip dalam laman berita satu.

Lebih lanjut, Prasetya menjelaskan bahwa Bulog memiliki tugas utama dalam menstabilkan harga beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dalam program ini, Bulog menyediakan 150.000 ton beras yang akan disalurkan ke daerah di luar provinsi penghasil beras surplus. Program SPHP ini berlangsung mulai 24 Februari 2025 hingga 29 Maret 2025.

Untuk menjalankan program stabilisasi tersebut, Bulog bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain:

  1. Mengadakan operasi pasar murah di seluruh titik layanan PT Pos Indonesia.
  2. Menyalurkan beras melalui pedagang dan pengecer.
  3. Memanfaatkan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang dibina oleh Bulog, dengan total 26.000 titik RPK.
  4. Berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menggelar Gerakan Pangan Murah.
  5. Mengaktifkan satuan tugas (Satgas) pengendalian harga di lingkungan Perum Bulog.
  6. Menjalin sinergi dengan BUMN Pangan untuk memperkuat distribusi dan stabilisasi harga.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Bulog berupaya memastikan pasokan pangan tetap stabil dan harga tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dan Idul Fitri dengan lebih tenang.

Baca Juga

Begini Cara Warga Pedawa Lestarikan Bahasa Leluhur di Era Modern

Bali - Sekolah Adat Manik Empul di Desa Pedawa,...

Airbus Sepakat Dukung Pengembangan Industri Kedirgantaraan Indonesia

Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama President...

Antisipasi El Nino dan Geopolitik, Dharma Jaya Gaspol Impor 7.500 Sapi

Jakarta - Guna menjaga ketahanan pangan di Jakarta, Perumda...

Aksi Mulia Jelang Waisak, Umat Buddha Rawat Makam Pahlawan

Jakarta - Umat Buddha di berbagai daerah di Indonesia...

Basketball For Good Siap Jangkau 3.000 Siswa SD di Indonesia

Jakarta - FIBA Indonesia menggandeng Nestlé MILO untuk mendorong...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini