Jakarta – Presiden Prabowo Subianto, melaksanakan Salat Iduladha 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (06/05). Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 06.35 WIB dan disambut oleh Menko PMK Pratikno, Plh. Menteri Agama Prof. Sahiron, serta Plt. Imam Besar Masjid Istiqlal Dr. Mulawarman.
Pelaksanaan salat dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan imam H. Mutakhir Abdurahman, Lc., MA. Bertindak sebagai khatib, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., menyampaikan khutbah bertema “Menebar Cinta Kasih Melalui Ibadah Kurban.”
Dalam khutbahnya, Prof. Wan Jamaluddin mengingatkan bahwa ibadah kurban memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar penyembelihan hewan. Ia menegaskan bahwa kurban adalah bentuk ketulusan, kepedulian sosial, dan cinta kepada sesama.
“Ibadah kurban bukan hanya rutinitas tahunan. Di baliknya, tersimpan nilai-nilai spiritual dan sosial yang mendalam. Ini adalah bukti cinta kepada Allah melalui ketaatan, serta cinta kepada manusia melalui sikap berbagi,” tuturnya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk menjadikan momen Iduladha sebagai pemacu semangat dalam memperkuat persatuan, ketahanan keluarga, serta berkontribusi pada perdamaian nasional dan global.
“Mari kita teladani pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarganya. Jadikan semangat itu sebagai inspirasi untuk membangun bangsa dengan penuh keikhlasan, gotong royong, dan pengabdian,” lanjut sang khatib.
Masjid Istiqlal dipadati ribuan jamaah yang khusyuk mengikuti rangkaian ibadah. Suasana tampak khidmat, dengan Presiden Prabowo turut larut dalam kekhusyukan salat dan khutbah.
Selain Presiden, sejumlah tokoh turut hadir dalam salat Iduladha tersebut. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga tinggi negara, duta besar dari berbagai negara sahabat, serta para menteri Kabinet Merah Putih.

