25.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 23, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAEkspor ke Tiongkok, AS dan India Dongkrak Surplus Perdagangan Indonesia

Ekspor ke Tiongkok, AS dan India Dongkrak Surplus Perdagangan Indonesia

Jakarta – Neraca perdagangan barang Indonesia mencatat surplus sebesar US$23,65 miliar sepanjang Januari–Juli 2025. Angka ini meningkat US$7,40 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan begitu, Indonesia berhasil membukukan surplus selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus tahun ini terutama ditopang oleh komoditas nonmigas senilai US$34,06 miliar, sedangkan sektor migas masih defisit US$10,41 miliar,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di Jakarta, Senin (1/9).

Ia menjelaskan, nilai ekspor pada periode Januari–Juli 2025 naik 8,03 persen dibanding tahun lalu. Lonjakan terbesar berasal dari industri pengolahan dengan nilai ekspor mencapai US$128,13 miliar atau tumbuh 17,40 persen.

Tiga negara tujuan utama ekspor Indonesia masih ditempati Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan kontribusi total 41,53 persen terhadap ekspor nonmigas. Ekspor ke Tiongkok tercatat US$34,46 miliar (22,64 persen), Amerika Serikat US$17,89 miliar (11,75 persen), dan India US$10,87 miliar (7,14 persen).

Produk ekspor utama ke Tiongkok meliputi besi dan baja, bahan bakar mineral, serta produk nikel. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat didominasi mesin dan perlengkapan elektrik, pakaian rajut, serta alas kaki.

Dari sisi impor, nilai total mencapai US$136,51 miliar atau naik 3,41 persen dibanding periode yang sama 2024. Impor nonmigas tumbuh 6,97 persen menjadi US$118,13 miliar, sedangkan impor migas turun 14,79 persen menjadi US$18,38 miliar.

Peningkatan impor terutama terjadi pada bahan baku dan barang modal. Impor barang modal sendiri mencapai US$27,38 miliar, naik 20,56 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tiongkok masih menjadi sumber utama impor nonmigas dengan nilai US$47,67 miliar (40,35 persen), diikuti Jepang sebesar US$8,77 miliar (7,43 persen), dan Amerika Serikat US$5,75 miliar (4,87 persen). Produk impor dari Tiongkok didominasi mesin, perlengkapan elektrik, serta kendaraan dan komponennya.

Secara keseluruhan, surplus nonmigas pada tujuh bulan pertama 2025 ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati (US$19,24 miliar), bahan bakar mineral (US$15,41 miliar), besi dan baja (US$10,70 miliar), produk nikel (US$4,77 miliar), serta alas kaki (US$3,77 miliar).

Baca Juga

Orang Utan Betina Terisolir di Kebun Warga Aceh Tamiang

Aceh - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh...

Harga Sawit Mulai Bangkit, Pemerintah Klaim Pemulihan Sudah Capai 90 Persen

Jakarta - Upaya pemerintah dalam melindungi jutaan petani kelapa...

Mayoritas Lansia Masih Terjebak Kemiskinan, Ekonom Beberkan Solusinya

Yogyakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 41,75...

MSCI Ungkap Masalah Transparansi di Pasar Modal Indonesia

Jakarta - Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali menyoroti...

Bertemu Prabowo, Menteri Haji Ungkap Terobosan Besar dalam Layanan Jemaah

Bogor - Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan sejumlah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini