30.1 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRISaat Industri Melemah, SIG Malah Tumbuh! Ini Kuncinya

Saat Industri Melemah, SIG Malah Tumbuh! Ini Kuncinya

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengambil langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah perlambatan industri sepanjang 2025. Dalam paparan SIG FY25 (Audited) Results Call di Jakarta pada 13 April 2026, Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengungkapkan bahwa keputusan perusahaan menjalankan transformasi sejak paruh kedua 2025 mulai menunjukkan hasil yang positif.

Menurutnya, transformasi yang difokuskan pada peningkatan daya saing, perluasan pangsa pasar, serta penguatan profitabilitas telah memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.

”Transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, terus membuahkan hasil positif. Kinerja Perusahaan meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II tahun 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal IV tahun 2025,” kata Indrieffouny Indra.

Sepanjang 2025, permintaan semen domestik tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,5% secara tahunan (yoy), yang turut menekan penjualan domestik SIG. Meski demikian, perusahaan mampu menunjukkan ketahanan dan pemulihan yang solid. Total volume penjualan SIG mencapai 37,93 juta ton, dengan kontribusi signifikan dari kuartal IV sebesar 10,47 juta ton, sehingga mendorong pertumbuhan total volume penjualan sebesar 1,1% yoy.

Saat Industri Melemah, SIG Malah Tumbuh! Ini Kuncinya
Jajaran direksi dan manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada SIG FY25 (Audited) Results Call di Jakarta. (katafoto/HO/SIG)

Peningkatan ini menjadi bukti efektivitas strategi transformasi yang diterapkan, terutama di pasar utama dengan marjin tinggi. Sepanjang semester II 2025, tren penjualan terus menunjukkan peningkatan dari kuartal III ke kuartal IV. Bahkan, pada kuartal IV, penjualan semen kantong SIG melonjak 5,7% yoy, melampaui pertumbuhan pasar yang hanya sekitar 2% yoy.

Selain pasar domestik, kinerja ekspor juga menjadi penopang penting di tengah pelemahan permintaan dalam negeri. Volume ekspor SIG tumbuh signifikan sebesar 14,9% yoy hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.

Tren positif tersebut berlanjut pada awal 2026. Dalam dua bulan pertama tahun ini, SIG mencatatkan kenaikan penjualan domestik sebesar 9,7%, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen semen kantong yang naik 14,6%.

Indrieffouny Indra menilai capaian awal tahun ini menjadi fondasi kuat bagi perusahaan dalam menghadapi 2026, sekaligus memperkuat keyakinan terhadap keberlanjutan strategi transformasi. Fokus ke depan meliputi penguatan model bisnis semen, efisiensi biaya, percepatan pengembangan ekosistem bisnis turunan dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola dan kualitas sumber daya perusahaan.

”Kami yakin bahwa SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan,” ujar Indrieffouny Indra.

Baca Juga

Jakarta Makin Aman, Transportasi Publik dan Ruang Sosial Jadi Kunci

Jakarta berhasil meraih posisi kedua sebagai kota paling aman...

Kementerian PU Ngebut, Bendungan Cijurey dan Cibeet Jadi Kunci Atasi Banjir

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat pembangunan...

Bogor Bakal Punya Sport Center Nasional, Ribuan Lapangan Kerja Menanti

Bogor - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa Kecamatan...

Harga Plastik Mau Turun? Pemerintah Siapkan Jurus Impor Kilat

Jakarta - Pemerintah menargetkan harga plastik di pasar domestik...

Ikan Sapu-Sapu Jadi Ancaman Sungai Jakarta, Ini Penyebabnya

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meningkatkan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini