Banjarbaru – Sebuah langkah inspiratif yang memadukan edukasi lingkungan dengan kepedulian sosial hadir di SD N 4 Syamsudin Noor. Melalui program Markissa (Mari Kita Sedekah Sampah), kebiasaan mengumpulkan botol plastik bekas kini diubah menjadi bantuan beras bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Penyerahan hasil program ini dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Komite Sekolah, Istikomawati, dan diterima langsung oleh tenaga pendidik SD N 4 Syamsudin Noor, Nurmahmudah, pada Jumat (24/04).
Program Markissa yang diinisiasi oleh Ketua RT 33, Yoni Setiawan, telah menjadi kegiatan rutin di lingkungan sekolah. Setiap hari Jumat, para siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dengan menyumbangkan botol plastik bekas.
Seluruh botol yang terkumpul dimasukkan ke dalam fasilitas Ecobox, yang merupakan dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina. Hasil pengumpulan tersebut kemudian diolah menjadi bantuan bahan pokok berupa beras.

Penyaluran bantuan dilakukan secara terencana oleh pihak sekolah, dengan sistem bergiliran kepada siswa yang membutuhkan agar manfaatnya merata dan tepat sasaran.
Istikomawati, yang juga istri dari Yoni Setiawan, menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun pembentukan karakter anak.
“Melalui program MARKISSA, kita tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan mengelola sampah plastik, tetapi juga menanamkan karakter empati dan gemar bersedekah sejak dini. Sedekah tidak melulu harus berupa uang; botol bekas pun jika dikelola bersama bisa menjadi beras yang sangat berarti bagi teman-teman mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Nurmahmudah mewakili pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Komite Sekolah, warga RT 33, serta dukungan fasilitas dari Pertamina.
Kolaborasi dalam program MARKISSA di SD N 4 Syamsudin Noor ini diharapkan dapat menjadi contoh (role model) bagi sekolah lain maupun lingkungan masyarakat dalam mengembangkan gerakan serupa.

