29 C
Jakarta
Minggu, September 13, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIAir Bersih dan Limbah Jadi Kunci, Industri Nasional Berbenah

Air Bersih dan Limbah Jadi Kunci, Industri Nasional Berbenah

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat penguatan infrastruktur pendukung sektor industri, terutama dalam pengelolaan air dan limbah, sebagai fondasi untuk mendorong daya saing sekaligus keberlanjutan industri nasional.

Pertumbuhan sektor manufaktur, kebutuhan akan pasokan air bersih dan sistem pengolahan limbah yang andal menjadi semakin penting. Keterbatasan fasilitas pengolahan limbah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pemanfaatan teknologi yang lebih modern dan efisien.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan infrastruktur ini merupakan faktor kunci dalam transformasi industri menuju arah yang lebih berkelanjutan.

“Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission sektor industri pada tahun 2050,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4).

Sebagai langkah konkret, dilakukan kolaborasi antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd untuk menghadirkan solusi terpadu dalam pengolahan air, limbah, hingga teknologi desalinasi air laut di kawasan industri.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air baku, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, serta menjaga ketahanan sumber daya air. Selain itu, penerapan teknologi desalinasi juga membuka peluang peningkatan produksi garam industri dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Kemenperin juga mendorong implementasi ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali air limbah serta penggunaan teknologi ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas sektor industri.

Peran aktif Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) dalam memfasilitasi investasi dan kerja sama global, ditargetkan segera direalisasikan melalui tahap percontohan di kawasan industri.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga dapat mempercepat transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global,” tutup Agus.

Baca Juga

Balita dan Anak Banyak Terdampak, Kasus ISPA Riau Tembus 10.783 Kasus

Riau - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 10.783...

Alasan Indonesia Tetap Beli Minyak Rusia di Tengah Situasi Global Terungkap

katafoto, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

Pemerintah Kejar Target Lindungi Sawah, Banten dan Bali Jadi Sorotan

Jakarta - Pemerintah terus mempercepat perlindungan lahan pertanian guna...

Begini Awal Mula Si Doel Anak Sekolahan Lahir, Rano Karno Punya Obsesi Ini

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri...

BI dan India Bahas Transaksi Mata Uang Lokal, Ada Rencana Perluasan Pembayaran QR

katafoto, India - Bank Indonesia (BI) mendorong negara-negara anggota...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini