30.4 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALJemaah Haji Diminta Waspada, Modus Penipuan Masuk Raudhah Kian Marak

Jemaah Haji Diminta Waspada, Modus Penipuan Masuk Raudhah Kian Marak

Madinah – Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan jemaah haji untuk mewaspadai berbagai modus penipuan terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi. Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa akses ke Raudhah tidak dikenakan biaya dan hanya dapat dilakukan melalui jalur resmi yang telah ditetapkan.

Ichsan juga mengimbau jemaah agar lebih waspada terhadap penipuan dengan modus kartu Nusuk bermasalah. Oknum tidak bertanggung jawab kerap mengirimkan tautan melalui aplikasi WhatsApp dan meminta jemaah untuk mengkliknya.

“Disampaikan kepada jemaah haji agar berhati-hati dengan penipuan modus bahwa kartu Nusuk bermasalah, dengan cara meminta klik link yang mereka kirim ke WhatsApp jemaah. Jangan percaya dan jangan klik link yang mereka kirim,” ujar Ichsan.

Akses resmi menuju Raudhah hanya menggunakan sistem barcode, baik melalui skema tasrih (izin kolektif) maupun melalui aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri. Di luar mekanisme tersebut, patut dicurigai sebagai bentuk penipuan.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, juga menegaskan bahwa fasilitas masuk ke Raudhah merupakan bagian dari layanan resmi bagi jemaah haji Indonesia. Oleh karena itu, setiap jemaah memiliki hak yang sama untuk mengakses area yang dikenal sebagai taman surga tersebut.

“Masuk ke Raudhah itu gratis. Jika ada pihak yang menawarkan jasa lalu meminta bayaran, segera laporkan ke petugas di sektor, khususnya sektor Nabawi,” ujarnya, Selasa (28/4).

Ia menambahkan, saat ini marak oknum yang berpura-pura menjadi petugas dan memanfaatkan situasi dengan meminta sejumlah uang. PPIH menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran, termasuk praktik pungutan liar oleh pihak mana pun.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, memastikan bahwa skema tasrih telah disiapkan untuk mengatur akses jemaah secara tertib dan terjadwal.

“Per 28 April 2026 pukul 10.00 WAS, jumlah tasrih yang telah disetujui mencapai 25.564 jemaah, dengan rincian 12.747 jemaah laki-laki dan 12.817 jemaah perempuan,” jelasnya.

Untuk dapat masuk ke Raudhah, Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan ketat. Jemaah diwajibkan menggunakan barcode melalui skema tasrih untuk rombongan atau melalui aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri.

Terkait kebijakan usia, Hafizh menjelaskan bahwa sebelumnya akses sempat dibatasi hingga usia 41 tahun. Namun, setelah adanya nota kesepahaman (MoU) dan proses negosiasi, batas usia maksimal kini dinaikkan menjadi 60 tahun. Jemaah di atas usia tersebut tetap akan difasilitasi melalui mekanisme khusus.

Barcode tasrih kolektif dikelola oleh Sektor Khusus (Seksus) Nabawi, petugas bimbingan ibadah di masing-masing sektor akan mengoordinasikan jemaah sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.

“Misalnya satu tasrih untuk 150 orang, maka harus dipastikan seluruh jemaah sudah berkumpul. Barcode tidak dibagikan bebas agar kuota terisi optimal dan tidak terbuang saat pemeriksaan di pintu masuk Raudhah,” ujarnya.

Baca Juga

BRIN Sulap Sampah Plastik Jadi BBM Petasol, Hasilnya Mengejutkan

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan...

Keren, Sedekah Sampah di Sekolah Ini Berubah Jadi Bantuan Beras

Banjarbaru - Sebuah langkah inspiratif yang memadukan edukasi lingkungan...

Insiden Tabarakan Kereta, Green SM Pastikan Keselamatan Jadi Prioritas

Jakarta – Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia mengeluarkan...

Kasus Daycare Menggemparkan, Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Toleransi

Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan...

SIG Tancap Gas Belanja Suku Cadang Lokal Rp809 Miliar

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini