Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan berbagai capaian pembangunan dan layanan publik Jakarta dalam forum internasional “Mayors Forum: Providing Reliable and Efficient Municipal Services” yang menjadi bagian dari rangkaian World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura, Minggu (14/6).
Pada kesempatan tersebut, Pramono menjelaskan bahwa Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat, termasuk di sektor transportasi publik. Saat ini, cakupan layanan transportasi umum di Jakarta telah mencapai 92,5 persen.
Untuk memperluas konektivitas kawasan Jakarta dan sekitarnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,2 triliun pada 2026 guna mendukung pengembangan layanan Transjabodetabek.
Selain itu, pengembangan transportasi berbasis rel juga terus dilakukan. Pemprov DKI menargetkan jaringan MRT Jakarta mencapai panjang 46,5 kilometer pada 2034, sementara jaringan LRT akan diperluas hingga 21,8 kilometer pada 2029.
“Jakarta juga menyiapkan pusat Transit-Oriented Development (TOD) baru di Dukuh Atas pada 2027 bersama Shenzhen Metro untuk mengintegrasikan lima moda transportasi sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan,” ujar Pramono, dalam siaran pers Pemprov DKI, Senin (15/6).
Di bidang pendidikan, Pemprov DKI Jakarta terus memperluas jangkauan bantuan pendidikan bagi masyarakat. Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) saat ini telah dimanfaatkan oleh 707.477 pelajar dan 15.825 mahasiswa.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyediakan program pendidikan gratis di 103 sekolah swasta sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi warga.
Sementara itu, di sektor kesehatan, berbagai layanan terus diperkuat untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan. Program Pasukan Putih hadir untuk memberikan layanan kepada lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, sedangkan layanan JakCare menyediakan fasilitas konseling gratis bagi masyarakat.
Menurut Pramono, penyediaan layanan publik yang andal dan efisien menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang nyaman dan layak huni.
“Kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Namun, kami tetap berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih layak huni bagi semua,” katanya.
Partisipasi Jakarta dalam forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai kota dunia dalam menghadirkan layanan publik yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Forum ini dihadiri sekitar 100 pemimpin kota dari berbagai negara, termasuk London, Berlin, dan Guangzhou. Pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan layanan dasar perkotaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

