34.3 C
Jakarta
Jumat, Juni 19, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANJakarta Gandeng KemenPPPA Menuju Kota Ramah Perempuan dan Anak

Jakarta Gandeng KemenPPPA Menuju Kota Ramah Perempuan dan Anak

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (27/8).

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama antara Pemprov DKI dan Kementerian PPPA dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di ibu kota.

Pramono menyambut baik program tersebut dan langsung menugaskan Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta untuk menindaklanjuti hasil pembahasan.

“Kami menyambut baik tawaran dari Ibu Menteri. Tadi saya juga sudah menunjuk Kepala Dinas PPAPP untuk menindaklanjuti langkah kerja sama ini,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, Jakarta diharapkan dapat menjadi contoh kota besar yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Pemprov Jakarta Gandeng KemenPPPA Menuju Kota Ramah Perempuan dan Anak
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi memberi keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (27/8/2025). (katafoto/HO/Reza Pratama Putra)

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi berharap kolaborasi dengan Pemprov DKI dapat berjalan konsisten guna menurunkan kasus kekerasan. Program yang didorong di antaranya adalah Ruang Bersama Indonesia yang merupakan pengembangan dari program kelurahan ramah anak dan perempuan, perluasan layanan call center 129, serta integrasi data perempuan dan anak berbasis desa dan kelurahan.

Menurut analisis KemenPPPA, terdapat lima faktor utama yang memicu kekerasan terhadap perempuan dan anak, yakni masalah ekonomi, pola asuh keluarga, penggunaan gawai, lingkungan, serta praktik pernikahan usia anak.

“Kami memiliki komitmen bersama untuk mencari solusi yang bisa dilakukan antara kementerian dan Pemprov DKI agar angka kekerasan dapat ditekan,” jelas Arifatul.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga memegang peranan penting sebagai garda terdepan perlindungan perempuan dan anak.

“Masalah ini berawal dari keluarga, tapi keluarga juga menjadi solusi. Karena itu, kita harus memperkuat peran keluarga, menguatkan perempuan, sekaligus melindungi anak-anak,” tandasnya.

Baca Juga

Angka Kematian Jemaah Jadi Sorotan, Aturan Haji 2027 Bakal Lebih Ketat

Malang - Kementerian Haji dan Umrah berencana memperketat persyaratan...

Ramai Kabar SPPG Dihentikan Sementara, BGN Buka Suara

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang...

BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dari Biasanya

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan...

Bekas Gigitan Nyamuk Tak Kunjung Hilang? Coba Cara Ampuh Ini

Gigitan nyamuk sering kali meninggalkan rasa gatal, kemerahan, hingga...

Pelabuhan Tanjung Priok Sesak, Hampir 10 Ribu Kontainer Menumpuk

Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini