33.3 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALRumah Pendidikan Hadirkan Fitur Baru yang Bikin Pembelajaran Lebih Efektif

Rumah Pendidikan Hadirkan Fitur Baru yang Bikin Pembelajaran Lebih Efektif

Jakarta – Upaya percepatan transformasi digital di dunia pendidikan terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Lewat kunjungan Program Sapa Sekolah di SMP Negeri 28 Jakarta, kementerian mendorong pemanfaatan optimal Rumah Pendidikan—sebuah super aplikasi layanan pendidikan nasional—agar semakin inklusif, adaptif, dan mendukung proses belajar yang menyenangkan.

Rumah Pendidikan merupakan kerangka utama digitalisasi Kemendikdasmen yang menggabungkan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform terintegrasi. Kehadirannya bertujuan mempermudah akses, meningkatkan efisiensi, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi guru, siswa, serta berbagai pemangku kepentingan.

Agar implementasinya tepat sasaran, program ini membutuhkan komunikasi dua arah antara pemerintah pusat, dinas pendidikan, dan sekolah, sehingga kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Yudistira Nugraha, menjelaskan bahwa Sapa Sekolah merupakan bagian dari percepatan program Digitalisasi Pembelajaran dalam kerangka Indonesia Cerdas yang diluncurkan Presiden pada 17 November lalu.

“Program ini mendorong guru dan siswa untuk belajar lebih mendalam, penuh perhatian (mindfulness), relevan, dan menyenangkan,” ujar Yudistira saat ditemui InfoPublik di SMPN 28 Jakarta, Senin (24/11).

SMP Negeri 28 Jakarta dipilih sebagai lokasi kunjungan karena berstatus sebagai sekolah rujukan Laboratorium Pancasila—satu-satunya di Indonesia. Seluruh praktik penerapan nilai-nilai Pancasila di sekolah ini akan didokumentasikan dan dimasukkan ke Rumah Pendidikan sebagai konten pembelajaran bagi sekolah lain di seluruh Indonesia.
“Sebagai kota global, DKI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata untuk sekolah-sekolah lain. Praktik baik ini akan menjadi warisan penting bagi pendidikan Indonesia,” tambah Yudistira.

Selain penguatan digitalisasi, Sapa Sekolah juga mendorong pembentukan karakter dan penggunaan teknologi sesuai kebutuhan proses belajar.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Pusat, Ade Riswanto, mengapresiasi kolaborasi antara Pemprov DKI dan Kemendikdasmen.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memicu kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi. Pengetahuan yang diperoleh juga harus dibagikan kepada rekan-rekan lainnya,” ujarnya.

Menurut Ade, peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah.

Kepala SMPN 28 Jakarta, Ujang Supriyana, menilai Sapa Sekolah menjadi wadah bagi guru untuk menampilkan karya dan inovasi pembelajaran melalui Rumah Pendidikan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, minimal setahun sekali, agar guru terus memiliki ruang untuk berbagi inovasi bermanfaat, tidak hanya untuk DKI tetapi seluruh Indonesia,” tuturnya.

Ujang menegaskan bahwa Rumah Pendidikan merupakan ruang kolaborasi nasional yang memungkinkan guru saling berbagi praktik baik untuk memperkaya pengalaman belajar siswa di berbagai daerah.

Baca Juga

Strategi Kementan Berhasil, Ekspor Unggas Indonesia Tembus Rp18,2 Miliar

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan peningkatan signifikan kinerja...

Begini Cara KAI Services Jaga Kualitas Makanan di Kereta

Jakarta - KAI Services resmi menghadirkan Laboratorium Quality Control...

BYD Sealion 05 Meluncur, SUV Canggih dengan Jarak Tempuh 305 Km

Crossover kompak energi baru BYD Sealion 05 resmi meluncur...

Skuter Retro Tapi Canggih, Honda NS150LA 2026 Bikin Penasaran

Honda NS150LA 2026 resmi diperkenalkan dengan tampilan yang semakin...

Easycash Bongkar Masalah Finansial Gen Z di Era Digital

Surabaya - Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini