Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Yayasan Teman Hebat Berkarya resmi memperkenalkan program keberlanjutan bertajuk “Menjahit Perjalanan: Merayakan Perjalanan, Menyatukan Kota, dan Menghidupkan Karya”. Inisiatif ini memanfaatkan seragam bekas karyawan MRT Jakarta serta pakaian layak pakai dari masyarakat untuk diolah kembali menjadi produk fungsional ramah lingkungan.
Program tersebut menghadirkan berbagai barang yang mendukung mobilitas masyarakat urban—mulai dari tas sepatu, pouch, card holder, lanyard, gantungan kunci, hingga ragam kerajinan tangan lainnya.
Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat menyumbangkan pakaian bekas melalui dropbox yang tersedia di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, Bendungan Hilir, Blok M BCA, dan Lebak Bulus.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan peluncuran program ini bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional dan menjadi wujud komitmen perusahaan dalam merespons isu keberlanjutan dari sisi sosial maupun lingkungan.

“Kami menghidupkan kembali seragam dan pakaian bekas menjadi produk baru yang bermanfaat,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis Kamis (4/12).
Tuhiyat menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan bagian inti dari strategi MRT Jakarta, yang telah dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2022–2030. Kerangka tersebut mencakup komitmen, inisiatif, hingga berbagai agenda berkelanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, serta tata kelola.
Melalui program Menjahit Perjalanan, emisi karbon diperkirakan dapat ditekan lebih dari 10 ton CO₂e setiap tahun dan mencegah sekitar 1.000 seragam bekas berakhir di TPA atau dibakar. Program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar Stasiun Blok A serta komunitas penyandang disabilitas.
“MRT Jakarta mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan zero waste dan circular fashion berbasis daur ulang pakaian,” tambahnya.
Dalam program ini, pakaian bekas akan dipilah ke dalam tiga pengelolaan: upcycle menjadi karya kreatif oleh komunitas disabilitas, thrift sale untuk mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan, serta penyaluran produk kepada masyarakat atau lembaga yang membutuhkan. Pakaian layak pakai akan diolah menjadi produk bernilai guna untuk kebutuhan harian.
Produk hasil daur ulang ini nantinya akan menjadi official merchandise MRT Jakarta dan dapat dipasarkan kembali oleh Yayasan Teman Hebat Berkarya sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal.

