28.2 C
Jakarta
Minggu, Agustus 23, 2026
BerandaKATA EKBISENERGIStok LPG di Jateng Melimpah 6 Kali Lipat, Warga Diminta Tak Panik

Stok LPG di Jateng Melimpah 6 Kali Lipat, Warga Diminta Tak Panik

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok gas elpiji di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi. Hingga 7 April 2026, ketersediaan elpiji tercatat mencapai 14.833 metrik ton, atau sekitar enam kali lipat dari kebutuhan normal masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melakukan peninjauan ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Grasindo di Kabupaten Karanganyar, Rabu (8/4).

“Sudah kita lakukan pengecekan ketersediaan elpiji. Ketersediaan elpiji di Provinsi Jawa Tengah sangat cukup,” katanya.

Ia menegaskan, dengan stok yang melimpah tersebut tidak ada alasan terjadinya kelangkaan. Masyarakat pun diminta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti penimbunan.

“Tidak perlu panik. Saya ulangi, ketersediaan elpiji kita cukup enam kali lipat dari normal,” ujarnya.

Stok LPG di Jateng Melimpah 6 Kali Lipat, Warga Diminta Tak Panik
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau ketersediaan elpiji di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Grasindo di Kabupaten Karanganyar, Rabu (8/4/2026). (katafoto/HO/Humas Jateng)

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, pemerintah terus melakukan pemantauan, khususnya pada penyaluran elpiji 3 kg. Pengawasan dilakukan bersama dinas terkait dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah, agar subsidi tepat sasaran bagi rumah tangga kurang mampu, nelayan kecil, petani penggarap, serta pelaku usaha mikro.

“Jangan sampai elpiji 3 kg itu digunakan untuk usaha laundry, perusahaan, dan sebagainya. Itu yang harus kita lakukan operasi dan penertiban, termasuk tindakan ilegal seperti disuntik atau penimbunan. Jadi ketersediaan, distribusi, dan keterjangkauan menjadi tiga hal penting,” jelasnya.

Di Jawa Tengah sendiri terdapat sekitar 54.235 pangkalan elpiji atau sekitar 21% dari total nasional. Rata-rata, setiap desa atau kelurahan memiliki enam pangkalan elpiji 3 kg. Oleh karena itu, pengawasan juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat daerah.

Luthfi menegaskan, tindakan tegas akan diberikan kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, seperti penimbunan maupun praktik ilegal lainnya. Pemerintah provinsi pun telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas pelanggaran tersebut.

Sementara itu, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menjaga kelancaran distribusi elpiji dan BBM agar tepat sasaran.

“Kami mengimbau untuk bijak menggunakan energi, hemat menggunakan energi, dan kita memastikan penggunaan energi tidak sia-sia,” katanya.

Fanda juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika menemukan praktik ilegal di lapangan, sehingga dapat segera ditindak secara hukum oleh pihak berwenang.

Baca Juga

KAI Commuter Bikin Tarif Spesial HUT RI, Naik Kereta Cuma Rp8

Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menghadirkan...

Pasca Gempa NTT, Telkomsat Kerahkan Teknologi Satelit untuk Pulihkan Komunikasi

Jakarta - Pasca gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT),...

Sarjana Makin Sulit Cari Kerja? Lulusan 5 Jurusan Ini Sumbang Pengangguran Terbesar

Jakarta - Lulusan perguruan tinggi kini menghadapi persaingan yang...

AS Pasang Tarif Udang, Indonesia Justru Punya Keunggulan Dibanding India dan Vietnam

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melihat peluang...

Terkumpul Rp3,8 Miliar, ASN DKI Kompak Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, bantuan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini