28.8 C
Jakarta
Sabtu, September 12, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANMengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi

Mengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi

Jakarta – Rendahnya cakupan imunisasi dinilai berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular, terlebih masih tingginya jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau zero dose.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menegaskan bahwa imunisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sepanjang hidup, mulai dari bayi hingga usia lanjut, sebagai perlindungan terhadap berbagai penyakit menular.

“Imunisasi bukan hanya untuk bayi atau balita. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tetap membutuhkan imunisasi untuk menjaga dan memperkuat kekebalan tubuh,” ujarnya dalam Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Sedunia bertajuk “Imunisasi Kuat, Generasi Selamat” di Jakarta, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan, sejumlah kasus penularan penyakit seperti campak pada tenaga kesehatan yang merawat pasien anak menjadi bukti bahwa imunisasi yang tidak lengkap atau tidak diperbarui meningkatkan risiko infeksi.

“Kasus tenaga kesehatan yang terpapar campak menunjukkan pentingnya imunisasi ulangan atau booster. Begitu juga dengan flu, yang sering dianggap ringan, padahal dapat dicegah melalui imunisasi yang dianjurkan setiap tahun,” tambah dr. Hartono Gunardi dikutip dari laman infopublik. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan adanya lebih dari 2 juta anak yang masuk kategori zero dose, yakni belum pernah menerima imunisasi sama sekali, termasuk vaksin dasar Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DTP) dosis pertama.

Kondisi ini dinilai berbahaya karena membuka peluang penyebaran penyakit secara cepat, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah. “Zero dose children adalah kelompok anak yang sama sekali belum memiliki perlindungan imunisasi. Ini sangat rentan. Artinya, kita hidup berdampingan dengan potensi KLB,” jelasnya.

Hartono menambahkan, pada kelompok masyarakat dengan cakupan imunisasi rendah, satu kasus infeksi saja dapat dengan cepat menyebar dan memicu wabah.

“Ketika ada satu anak terinfeksi, meskipun belum menunjukkan gejala, ia tetap dapat menularkan penyakit ke banyak anak lain yang belum diimunisasi. Kondisi ini dapat memicu KLB. Ibaratnya seperti bermain api, percikan kecil saja bisa memicu kebakaran besar,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi lengkap dan berkelanjutan sebagai upaya perlindungan diri sekaligus mencegah terjadinya KLB.

“Imunisasi sepanjang hayat adalah investasi kesehatan. Ini bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membangun perlindungan kolektif bagi masyarakat,” pungkas dr. Hartono Gunardi.

Baca Juga

Bukan Sekadar Bikin Konten, AI Bisa Bantu UMKM Cari Pembeli dari Luar Negeri

katafoto, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku...

Keluarga Masih Menanti Kabar, PFI Tangerang Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang Kontak

katafoto, Tangerang Selatan - Solidaritas terhadap lima jurnalis dan...

Begini Awal Mula Si Doel Anak Sekolahan Lahir, Rano Karno Punya Obsesi Ini

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri...

Bukan Cuma Helikopter, Prabowo Siapkan Kapal Induk hingga Drone untuk Hadapi Karhutla

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi besar untuk...

Jangan Terjebak Hype, DANA Bongkar Cara Mengubah AI Jadi Mesin Produktivitas

Jakarta - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini