Jakarta – Menjelang peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei, Halodoc merilis laporan berbasis data bertajuk Indonesia Health Insights Q2 2026 dengan tema “Peran Telekonsultasi dalam Mengurangi Kunjungan Offline Rawat Jalan yang Tidak Diperlukan”.
Laporan tersebut menyoroti meningkatnya tekanan biaya layanan kesehatan, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan karyawan merupakan aset utama perusahaan yang berperan langsung terhadap produktivitas. Halodoc juga menilai efisiensi pengelolaan tunjangan kesehatan dapat berjalan seiring dengan pendekatan digital-first melalui layanan telekonsultasi yang dinilai lebih praktis dan terjangkau.
Dalam laporan itu disebutkan, inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 15,1% pada 2026, termasuk lima tertinggi di kawasan Asia Pasifik dan melampaui rata-rata global. Di sisi lain, lebih dari 69% populasi berada di usia produktif, sehingga kesehatan tenaga kerja menjadi faktor strategis dalam menjaga daya saing bisnis.
Namun, ketergantungan pada layanan kesehatan konvensional dinilai memicu inefisiensi. Waktu kerja karyawan kerap terbuang akibat antrean panjang, sementara klaim layanan rawat jalan terus membebani anggaran perusahaan tanpa menjamin penanganan yang cepat dan tepat.
Chief Human Capital Halodoc, Thomas Suhardja, mengatakan bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari jumlah pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari kondisi kesehatan karyawan.

“Menurut kami, produktivitas bukan hanya soal seberapa banyak pekerjaan yang diselesaikan, tapi seberapa optimal seseorang bisa berkontribusi ketika kondisi fisik dan mentalnya benar-benar terjaga. Tugas praktisi HR bukan hanya merekrut dan mengelola, tapi memastikan setiap karyawan punya fondasi yang kuat untuk berkembang, dan menjaga kesehatan dengan baik, baik itu fisik maupun mental,” ujarnya.
Telekonsultasi Jadi Solusi Efisiensi
Laporan tersebut mengungkap sebagian besar keluhan medis umum dapat ditangani secara digital tanpa perlu tatap muka. Kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan dinilai cukup dilakukan untuk kasus yang memang memerlukan tindakan lanjutan.
Hasil integrasi telekonsultasi sebagai layanan lini pertama menunjukkan hingga 95% kasus kronis dan 94% kasus akut dapat ditangani tanpa kunjungan fisik dalam periode observasi 30 hingga 90 hari.
Thomas menambahkan, integrasi layanan digital dapat membantu perusahaan menekan biaya kesehatan sekaligus meningkatkan akses layanan bagi karyawan.
“Menjaga kesehatan karyawan adalah investasi strategis. Karyawan yang harus menempuh perjalanan dan antrian panjang ke fasilitas kesehatan offline cenderung menunda pengobatan, yang berisiko memperburuk kondisi sekaligus meningkatkan biaya di kemudian hari. Dengan mengintegrasikan ekosistem Halodoc sebagai tunjangan kesehatan karyawan, perusahaan dapat menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, lengkap, dan hassle-free, sekaligus berpotensi menekan biaya kesehatan hingga 15% dalam satu tahun melalui layanan telekonsultasi atau Digital Cashless Outpatient (DCO). Penghematan ini membuka ruang bagi perusahaan untuk mengalokasikan anggaran ke program kesejahteraan atau inisiatif strategis yang lebih berdampak lainnya bagi karyawan,” jelasnya.
Ekosistem Digital Terintegrasi
Melalui layanan Halodoc for Business, perusahaan menyediakan ekosistem kesehatan terintegrasi berbasis digital untuk mempermudah akses layanan bagi karyawan.
Layanan tersebut mencakup Digital Cashless Outpatient (DCO) berupa konsultasi dokter online 24 jam serta pengiriman obat tanpa pembayaran langsung yang terhubung dengan asuransi kesehatan. Selain itu, terdapat layanan Third Party Administrator (TPA) berbasis teknologi kecerdasan buatan yang diklaim mampu menekan biaya operasional hingga 18% dengan tetap menjaga akurasi verifikasi klaim.
Head of Business Strategy Halodoc, Puspa Angelia, menegaskan bahwa telekonsultasi bukan pengganti layanan tatap muka, melainkan pelengkap yang membuat sistem layanan kesehatan lebih efisien.
“Tentunya telekonsultasi tidak menggantikan layanan pemeriksaan secara langsung, tapi jika dibutuhkan untuk melakukan kunjungan fisik, dapat menjadi lebih selektif dan tepat sasaran. Dengan pendekatan digital-first dan integrasi ekosistem layanan kesehatan, Halodoc for Business memposisikan telekonsultasi sebagai strategi perusahaan yang efektif, yang dapat membantu menyelesaikan sebagian besar kebutuhan kesehatan karyawan tanpa harus berujung pada kunjungan fisik yang tidak perlu, serta mendorong efisiensi sistem kesehatan perusahaan secara menyeluruh,” pungkasnya.

