Nusa Tenggara Barat – Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari kualitas makanan hingga porsi yang disajikan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Prabowo, masyarakat dapat melaporkan jika menemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui media sosial, termasuk TikTok, dan akan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh memeriksa semua dapur MBG. Saudara periksa dan laporkan ke Kepala BGN. Kalau perlu, lapor langsung ke saya,” kata Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).
Presiden mengatakan pemerintah akan mengirim tim untuk mengecek langsung dapur MBG yang dilaporkan bermasalah.
“Gampang, ngomong di TikTok, langsung saya kirim tim untuk selesaikan,” ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara objektif dan bertanggung jawab. Ia menegaskan pemeriksaan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi ataupun mencari keuntungan dari pengelola dapur MBG.
“Silakan periksa. Periksa yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau mengerjakan. Jangan,” tegasnya.
Prabowo juga menilai masyarakat kini semakin mudah memperoleh informasi melalui perangkat digital. Namun, ia mengimbau masyarakat tetap cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial karena tidak semuanya sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gawai. Namun, cerita di media sosial belum tentu cerita yang sebenarnya. Rakyat jangan tertipu,” katanya.
Presiden menegaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup. Menurutnya, pemenuhan gizi sejak usia dini sangat penting untuk mendukung perkembangan otak, pertumbuhan tulang, pembentukan otot, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Saya tidak ingin melihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan, anak-anak yang memperoleh makanan bergizi memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, berprestasi, dan berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, dunia kerja, ilmu pengetahuan, hingga layanan kesehatan.
Di sisi lain, Presiden mengingatkan bahwa potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program tetap harus diantisipasi. Karena itu, ia meminta masyarakat ikut mengawasi agar bantuan makanan benar-benar diterima anak-anak dengan kualitas dan porsi yang sesuai.
“Rakyat awasi,” pesannya.
Prabowo juga menekankan pentingnya kandungan protein hewani dalam setiap menu MBG. Ia meminta penyajian ayam dan telur dilakukan dengan porsi yang memadai serta diolah secara tepat agar kandungan protein yang diterima setiap anak tetap optimal.

