33.7 C
Jakarta
Kamis, Juli 30, 2026
BerandaKATA BERITALINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANANRumah Pilah Pluit Sulap Sampah Organik Jadi Pupuk, Warga Bisa Dapat Gratis

Rumah Pilah Pluit Sulap Sampah Organik Jadi Pupuk, Warga Bisa Dapat Gratis

Jakarta – Pemerintah Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terus mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber melalui Rumah Pilah. Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pemilahan Sampah dari Sumbernya.

Lurah Pluit, Achmad Faizal, mengatakan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) setiap hari melakukan penyisiran sampah organik dan anorganik, mulai dari jalan protokol hingga kawasan permukiman warga. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah untuk diolah sesuai jenisnya.

“Program ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi belum optimal karena keterbatasan sarana. Sejak dua bulan terakhir, kami kembali mengoptimalkan Rumah Pilah melalui kolaborasi dengan PT PLN (Persero) yang memberikan pelatihan pengolahan sampah sekaligus bantuan peralatan,” ujarnya, Selasa (28/7).

Faizal menjelaskan, sampah organik hasil penyisiran petugas PPSU dibawa ke Rumah Pilah untuk diolah menjadi pupuk. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dipilah agar dapat dimanfaatkan kembali.

Dilansir dari laman berita jakarta, saat ini Rumah Pilah Kelurahan Pluit telah dilengkapi satu unit mesin pencacah plastik, dua mesin pengomposan, serta tiga tong komposter. Fasilitas tersebut dioperasikan secara bergantian oleh tiga hingga lima personel Pasukan Oranye setiap harinya.

“Hasil pengolahan berupa pupuk kompos padat dan pupuk organik cair. Dalam satu bulan, kami mampu memproduksi sekitar 75 hingga 100 kilogram pupuk organik,” terangnya.

Menurut Faizal, pupuk yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan di lingkungan kantor kelurahan, seperti pemupukan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), tanaman buah, dan berbagai jenis tanaman lainnya.

Tak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, pupuk organik tersebut juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Pupuk yang kami hasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat secara cuma-cuma,” ungkapnya.

Ia berharap optimalisasi Rumah Pilah mampu menekan volume sampah organik yang dikirim ke TPST Bantar Gebang. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.

“Semoga, sampah organik tidak lagi menjadi limbah yang menumpuk, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung penghijauan,” ucapnya.

Sementara itu, warga RW 02 Kelurahan Pluit, Agam (37), mengaku telah mengikuti sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Ia menilai program pengolahan sampah organik menjadi pupuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

“Saya pribadi sangat mendukung program pemilahan sampah dari sumbernya ini. Semoga program ini terus berlanjut agar lingkungan kami menjadi lebih bersih, hijau, dan sehat,” tandasnya.

Baca Juga

Jangan Sampai Tertipu, Begini Cara Membedakan Sertifikat Tanah Asli dan Palsu

Membeli tanah atau properti memerlukan ketelitian, terutama saat memeriksa...

Tanpa Rompi Tahanan, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Jaksa...

Sudaryono Bersih-Bersih BGN, 261 Pegawai Dipecat dan 48 ASN Disanksi

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengambil...

SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton, Segmen Ritel Jadi Penyumbang Pendapatan Terbesar

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan...

Tak Ada Toleransi, KAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual

Jakarta - Sepanjang semester I 2026, KAI Commuter telah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini