Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan revitalisasi sekolah yang terdampak gempa di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu prioritas nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan komitmen tersebut saat meninjau langsung kondisi sejumlah sekolah terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8).
Pemerintah kini mempercepat proses pendataan dan pemeriksaan tingkat kerusakan bangunan sekolah. Hasil verifikasi tersebut nantinya menjadi acuan untuk menentukan sekolah yang membutuhkan perbaikan maupun pembangunan kembali.
“Kami memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026,” kata Abdul Mu’ti saat mengunjungi SDK Rowa.
Menunggu Anggaran Tambahan
Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan fisik sekolah akan dilakukan setelah anggaran belanja tambahan (ABT) tahap kedua tercantum dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan dapat disalurkan.
Sebelum pekerjaan fisik dimulai, pemerintah terlebih dahulu memastikan kondisi masing-masing sekolah melalui proses verifikasi dan validasi. Tahapan administrasi tersebut harus diselesaikan sebelum pembangunan dilaksanakan.
“Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama (PKS), dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” ujarnya.
Percepatan revitalisasi diharapkan dapat membantu memulihkan fasilitas pendidikan pascagempa. Dengan kondisi sekolah yang lebih aman, kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan guru diharapkan dapat kembali berjalan secara optimal.
Bantuan Rp860 Juta untuk 61 Sekolah
Sambil menunggu pembangunan kembali sekolah, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan darurat untuk menjaga kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk voucher dengan total nilai Rp860 juta untuk 61 sekolah terdampak gempa yang berada di Kabupaten Nagekeo dan Ngada.
Selain bantuan berupa dana, pemerintah juga mengirimkan berbagai kebutuhan untuk mendukung warga sekolah selama masa pemulihan.
Bantuan tersebut meliputi 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaus, serta 1.650 paket makanan.
Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar siswa, guru, dan warga sekolah lainnya selama proses pemulihan akibat bencana berlangsung.
Abdul Mu’ti Minta Warga Tetap Optimistis
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti juga memberikan dukungan kepada para guru, siswa, serta masyarakat yang terdampak gempa. Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dan saling membantu selama proses pemulihan.
“Kita tetap optimis dan semangat semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,” tuturnya.
Kepala SDK Rowa, Agustina Kabha, menyambut baik rencana pemerintah untuk merevitalisasi sekolah yang terdampak gempa.
Ia berharap pembangunan kembali sekolah tidak hanya memulihkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menghasilkan bangunan yang lebih kokoh sehingga siswa dan guru dapat merasa aman saat kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar.
“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,” kata Agustina.

