31.6 C
Jakarta
Kamis, September 24, 2026
BerandaTREN OTOMOBILPasar Mobil Listrik Indonesia Menggeliat, BYD Kuasai 37 Persen Pangsa Pasar

Pasar Mobil Listrik Indonesia Menggeliat, BYD Kuasai 37 Persen Pangsa Pasar

katafoto, Jakarta – Pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2026. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, penjualan NEV tercatat positif setiap bulan dengan total lebih dari 110 ribu unit.

Kinerja tersebut kembali menguat pada Agustus 2026. Penjualan NEV pada bulan tersebut meningkat 22 persen dibandingkan Juli 2026. Tren ini menunjukkan semakin berkembangnya adopsi kendaraan berteknologi elektrifikasi di Indonesia, seiring dengan semakin banyaknya pilihan model dan teknologi yang tersedia bagi konsumen.

Di tengah pertumbuhan tersebut, BYD Indonesia terus memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan energi baru. Hingga Agustus 2026, BYD mencatat wholesales lebih dari 40.600 unit dengan pangsa pasar sekitar 37 persen.

Pencapaian tersebut didukung kinerja sejumlah model BYD, termasuk BYD ATTO 1 dan BYD M6 DM yang mencatat pertumbuhan signifikan di segmennya masing-masing.

Penjualan Mobil Listrik Nasional Melonjak

Pertumbuhan pasar NEV juga tidak terlepas dari perkembangan segmen Battery Electric Vehicle (BEV). Pada semester pertama 2026, penjualan BEV nasional telah menembus lebih dari 84 ribu unit. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Seiring pertumbuhan pasar, BYD mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama kendaraan listrik di Indonesia. Portofolio produknya mencakup sejumlah segmen, mulai dari hatchback, city car, sedan, SUV hingga MPV listrik.

Beragam pilihan tersebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin beragam.

Selain BEV, perkembangan juga terjadi pada segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pada semester pertama 2026, penjualan PHEV nasional mencapai sekitar 7.000 unit. Jumlah tersebut naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan semester pertama 2025 yang berada di kisaran 2.000 unit.

Pasar Mobil Listrik Indonesia Menggeliat, BYD Kuasai 37 Persen Pangsa Pasar
BYD M6 DM mencatat pangsa pasar 47 persen pada semester pertama 2026 mencatat penjualan tertinggi di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar mencapai 69 persen pada periode tersebut. (katafoto/HO/BYD/Hendrasonie Images)

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat terhadap teknologi kendaraan yang menggabungkan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik dengan fleksibilitas mesin hybrid untuk perjalanan jarak jauh.

Teknologi BYD Dual Mode (DM) turut mencatat perkembangan di tengah pertumbuhan tersebut. Dalam beberapa bulan setelah diperkenalkan, teknologi ini berhasil meraih pangsa pasar terbesar di segmen PHEV.

“Agustus 2026 menjadi momentum yang menggembirakan bagi perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia. Ketika sebuah kendaraan energi baru telah menjadi model dengan penjualan tertinggi secara nasional, hal tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi menjadi solusi alternatif, tetapi mulai menjadi bagian dari arus utama mobilitas masyarakat Indonesia. Kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam perjalanan tersebut melalui berbagai solusi kendaraan energi baru BYD yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

BYD ATTO 1 Catat Penjualan Tertinggi Nasional

Salah satu pencapaian penting BYD terjadi melalui BYD ATTO 1. Pada Agustus 2026, model tersebut mencatat wholesales sebanyak 5.560 unit.

Angka tersebut sekaligus menempatkan BYD ATTO 1 sebagai model kendaraan dengan penjualan tertinggi secara nasional pada Agustus 2026 di antara seluruh model kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penjualan ATTO 1 meningkat 31 persen. Performa tersebut juga terlihat di segmen Low & LCGC Hatchback. BYD ATTO 1 berhasil mencatatkan pangsa pasar sebesar 44 persen di segmen tersebut.

Luther Panjaitan mengatakan perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menjadi sinyal positif bagi industri elektrifikasi.

“Kami menyambut positif perkembangan pasar BEV di Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan. Pada semester pertama 2026, penjualan BEV telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan tren positif tersebut berlanjut hingga Agustus. Di tengah pertumbuhan tersebut, BYD ATTO 1 terus mendapatkan respon yang sangat baik dari konsumen. Pencapaiannya sebagai model dengan penjualan tertinggi secara nasional pada bulan Agustus menjadi momentum yang membanggakan, sekaligus menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap kendaraan listrik yang praktis, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Kami berharap kehadiran ATTO 1 dapat terus memberikan pilihan yang semakin mudah dijangkau bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan energi baru,” lanjut Luther.

Penjualan PHEV Tumbuh 3 Kali Lipat

Tidak hanya kendaraan listrik murni, pasar PHEV atau DM di Indonesia juga mengalami pertumbuhan. Konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan yang dapat menggabungkan tenaga listrik untuk aktivitas sehari-hari dengan mesin hybrid ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

BYD turut memperkuat segmen tersebut melalui BYD M6 DM yang diperkenalkan pada Mei 2026.

Model ini diposisikan sebagai kendaraan keluarga dengan teknologi Dual Mode. Sejak diperkenalkan, M6 DM mendapat respons positif dari pasar dan mencatat pangsa pasar 47 persen pada semester pertama 2026.

BYD menyebut M6 DM dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota. Hal tersebut tercermin dari penjualan kumulatif M6 DM yang telah melampaui 4.400 unit selama periode Mei hingga Agustus 2026.

M6 DM juga mencatat penjualan tertinggi di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar mencapai 69 persen pada periode tersebut.

Pencapaian itu turut mengantarkan BYD M6 DM meraih penghargaan “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026”. Memasuki Agustus 2026, kinerja M6 DM kembali meningkat. Penjualannya tumbuh 34 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Luther menilai kebutuhan konsumen, khususnya keluarga, kini tidak hanya berkaitan dengan teknologi penggerak kendaraan.

“Bagi konsumen khususnya keluarga, pertimbangannya pun semakin berkembang, tidak hanya pada pilihan teknologi penggerak, tetapi juga efisiensi penggunaan, kenyamanan, fitur keselamatan, serta biaya operasional. Hal ini membuka ruang bagi kendaraan energi baru seperti pada BYD M6 DM untuk menjadi solusi yang relevan untuk kebutuhan masyarakat dari rutinitas perkotaan hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga.”

Selain M6 DM, BYD juga menawarkan M6 EV bagi konsumen yang menginginkan kendaraan listrik sepenuhnya.

Kehadiran M6 EV dan M6 DM memberikan alternatif teknologi dalam satu keluarga model M6. Konsumen dapat memilih kendaraan listrik murni maupun teknologi Dual Mode sesuai kebutuhan mobilitas sehari-hari dan perjalanan jarak jauh.

Baca Juga

Bus Transjakarta Jadi Tempat Beristirahat PPKS, Pengawasan Petugas Diperketat

katafoto, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merespons keluhan...

Transaksi Digital Melonjak 40 Persen, BI Tegaskan Uang Cash Tetap Berlaku

katafoto, Jakarta - Transaksi pembayaran digital di Indonesia terus...

Bukan Cuma Sertifikasi, H20 Hasilkan 39 Kerja Sama untuk Perkuat Ekosistem Halal

katafoto, Jakarta - Hari pertama penyelenggaraan The 5th Summit...

Fantastis! Hingga Juli 2026 Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp7,63 Triliun

katafoto, Jakarta - Penggunaan QRIS Antarnegara terus berkembang sejak...

Pameran MTQ Nasional di Semarang Bikin Kaget, Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

katafoto, Semarang - Pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini