25.3 C
Jakarta
Minggu, April 5, 2026
BerandaKATA BERITAGAYA HIDUP & KESEHATANPercepat Deteksi Dini TBC, Pemerintah Optimalkan Skrining di Wilayah Padat Penduduk

Percepat Deteksi Dini TBC, Pemerintah Optimalkan Skrining di Wilayah Padat Penduduk

Jakarta – Kementerian Kesehatan terus memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui skrining dini yang lebih optimal. Langkah ini merupakan bagian dari Program Hasil Cepat Terbaik (PHCT) atau Quick Win dalam penanganan TBC yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Fokus utama deteksi dini ini adalah masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk, di mana risiko penularan TBC lebih tinggi. Selain itu, tenaga kesehatan dan kader kesehatan aktif melakukan investigasi kontak, dengan minimal delapan orang diperiksa untuk setiap kasus TBC yang terdeteksi.

Mengapa Wilayah Padat Penduduk Jadi Prioritas?

Sekretaris Ditjen Penanggulangan Penyakit, Yudhi Pramono, menjelaskan bahwa pemilihan daerah padat penduduk sebagai prioritas penemuan kasus TBC didasarkan pada tingginya risiko penyebaran penyakit.

“Daerah padat penduduk memiliki kepadatan orang yang tinggi dalam ruang terbatas. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan penyebaran penyakit TBC, yang menular melalui udara saat seseorang yang terinfeksi TBC batuk atau bersin,”ujar Yudhi, dikutip dari laman InfoPublik, Sabtu pada (1/2)

Kepadatan penduduk berkaitan erat dengan tingginya kasus TBC karena faktor lingkungan yang mendukung penyebaran penyakit. Kurangnya sirkulasi udara yang baik di kawasan padat penduduk juga mempercepat penularan infeksi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang dipimpin oleh Triana Srisantyorini dkk., menunjukkan korelasi signifikan antara kepadatan penduduk dengan peningkatan kasus TBC di DKI Jakarta selama periode 2017–2019.

Menurut studi tersebut, semakin tinggi kepadatan suatu wilayah, semakin cepat bakteri penyebab TBC menyebar dan menginfeksi lebih banyak orang.

Teknologi Diagnostik TBC: PCR dan TCM

Saat ini, pemeriksaan TBC dapat dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), yang mampu mendeteksi DNA Mycobacterium tuberculosis (MTB) secara langsung. Teknik ini memiliki sensitivitas tinggi dan memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional seperti mikroskopis Bakteri Tahan Asam (BTA).

“Cara kerja PCR TBC adalah dengan memperbanyak DNA secara enzimatis dan mendeteksi DNA Mycobacterium tuberculosis berdasarkan siklus termal,”  jelas Yudhi.

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran Dirjen P2P Nomor HK.02.02/III.1/936/2021, Tes Cepat Molekuler (TCM) telah ditetapkan sebagai alat diagnostik utama untuk TBC di Indonesia. TCM memungkinkan deteksi lebih cepat dan akurat, termasuk mengidentifikasi resistensi bakteri terhadap obat tertentu.

Strategi Eliminasi TBC 2030

Sebagai bagian dari strategi Quick Win Kesehatan, pemerintah berkomitmen untuk menekan angka kejadian TBC melalui berbagai langkah strategis, antara lain:

  1. Optimalisasi skrining di daerah padat penduduk untuk meningkatkan deteksi dini.
  2. Peningkatan layanan diagnostik dengan memanfaatkan teknologi PCR dan TCM.
  3. Percepatan inovasi diagnosa berbasis spesimen air liur, sebagai alternatif pengambilan spesimen dahak yang lebih mudah dan nyaman.
  4. Investigasi kontak secara agresif, dengan memeriksa minimal delapan orang untuk setiap kasus TBC yang ditemukan.

Pemerintah menargetkan eliminasi TBC di Indonesia pada 2030, sejalan dengan tujuan global WHO. Dengan pendekatan berbasis teknologi, peran aktif tenaga kesehatan dan kader, serta partisipasi masyarakat

Baca Juga

Kasus Campak Meningkat, Tenaga Kesehatan Wajib Waspada

Jakarta - Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026...

Jakarta dan Tiongkok Bersatu, Peluang Besar UMKM Masuk Rantai Pasok Global

Jakarta - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan...

Lonjakan AI Tak Terbendung! Indonesia Butuh 5G Lebih Cepat dari Perkiraan

Jakarta - Seiring meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di...

Jangan Khawatir! Tarif Listrik PLN April–Juni 2026 Dipastikan Tetap

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Viral! Warga Cat Zebra Cross Sendiri Gubernur DKI akan Benahi Sistem Aduan JAKI

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan tanggapan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini