30.5 C
Jakarta
Jumat, Mei 8, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANCurah Hujan Tinggi, 10 Kecamatan di Jakarta Rawan Longsor

Curah Hujan Tinggi, 10 Kecamatan di Jakarta Rawan Longsor

Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau lurah, camat, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah selama Juli 2025, seiring prakiraan curah hujan yang melebihi normal.

Peringatan ini merujuk pada informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang memetakan potensi gerakan tanah berdasarkan hasil tumpang susun antara zona kerentanan gerakan tanah dan prakiraan curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa sejumlah wilayah ibu kota masuk dalam kategori Zona Menengah, yang berisiko terjadi longsor saat curah hujan tinggi.

“Gerakan tanah di Zona Menengah bisa terjadi jika curah hujan melampaui normal, terutama di kawasan yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan, gawir, atau area dengan kemiringan lereng,” ujarnya dikutip dari laman berita jakarta pada Jumat (11/7).

Ia meminta para lurah dan camat untuk aktif memantau kondisi lingkungan di wilayah masing-masing, terutama di sekitar tebing dan bantaran sungai, serta berkoordinasi dengan petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD jika ditemukan potensi bahaya.

“TRC BPBD akan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menindaklanjuti kondisi darurat. Wilayah yang berpotensi sudah kami petakan dan akan dikoordinasikan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk pelaksanaan teknisnya,” jelas Isnawa.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diimbau membangun bronjong atau turap secara mandiri jika berada di area lereng yang curam atau tidak stabil. Selain itu, penghijauan di wilayah minim vegetasi juga dinilai penting guna mencegah terjadinya longsor dan meminimalkan dampaknya saat hujan deras.

“Upaya penanganan bencana harus menyeluruh dan bisa dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat,” tambahnya.

Berdasarkan data PVMBG, wilayah di DKI Jakarta yang termasuk dalam Zona Menengah potensi gerakan tanah mencakup:

Jakarta Selatan: Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan

Jakarta Timur: Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo

Masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda potensi longsor di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga

Beneran Ini? Mobil Listrik di Jakarta Bebas Ganjil Genap dan Gak Bayar Pajak

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tetap...

Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah...

Lapas Sukamiskin Jadi Percontohan, 70 Dapur MBG Segera Beroperasi

Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menyiapkan sekitar...

Jangan Salah Pilih! Ini Jenis Truk dan Kapasitasnya yang Wajib Diketahui

Truk menjadi tulang punggung distribusi barang di berbagai negara,...

Kemenag Dorong Tata Kelola Zakat Lebih Transparan, 143 Lembaga Diaudit

Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini