30.4 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANBantu Atasi KLB, Indonesia Kirim 2.000 Vaksin Rabies ke Timor-Leste

Bantu Atasi KLB, Indonesia Kirim 2.000 Vaksin Rabies ke Timor-Leste

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyerahkan bantuan sebanyak 2.000 vial Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada Pemerintah Demokratik Timor-Leste. Bantuan ini merupakan respons atas permintaan resmi dari Timor-Leste dalam rangka menangani wabah rabies yang tengah merebak di negara tersebut.

Penyerahan vaksin dilakukan di RSUD Ben Mboi, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (23/7). Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan bahwa langkah ini menjadi bentuk solidaritas nyata antara kedua negara dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan.

“Pemberian vaksin ini diharapkan mampu mempercepat penanganan rabies di Timor-Leste, yang umumnya menyebar melalui hewan berdarah panas seperti anjing dan kucing,” ujar Andi dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7).

Apresiasi dari Pemerintah Timor-Leste

Perwakilan Konsulat Timor-Leste, Cesaltina da Silva da Costa, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Indonesia, khususnya Kemenkes dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran rabies dan menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.

Bantu Atasi KLB, Indonesia Kirim 2.000 Vaksin Rabies ke Timor-Leste
Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes Andi Saguni (kanan) dan Perwakilan Konsulat Timor-Leste, Cesaltina da Silva da Costa (kiri) menunjukkan dokumen bantuan 2.000 vial Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada Pemerintah Demokratik Timor-Leste di RSUD Ben Mboi, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (23/7/2024). (katafoto/HO/Humas Kemenkes)

“Bantuan ini mencerminkan semangat solidaritas kemanusiaan dan kepedulian lintas batas dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ungkap Cesaltina. Ia juga menyebutkan bahwa vaksin akan segera didistribusikan dan dimanfaatkan oleh otoritas kesehatan Timor-Leste sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies yang sedang berlangsung.

Menuju Kolaborasi Kesehatan Lintas Negara

Pemerintah Indonesia berharap bantuan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan di bidang kesehatan lintas negara. Kolaborasi ini dinilai penting dalam upaya menciptakan kawasan Asia Tenggara yang lebih sehat, aman, dan bebas dari rabies.

Rabies sendiri merupakan penyakit zoonosis yang sangat mematikan. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies mengakibatkan antara 35.000 hingga 50.000 kematian setiap tahunnya, dan sekitar 40 persen dari korban adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia menerima vaksin rabies setiap tahun sebagai bentuk pencegahan. Dengan lebih dari 3,3 miliar penduduk tinggal di wilayah endemik rabies, penyakit ini menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan masyarakat secara global.

Baca Juga

Polisi dan TNI Kompak, Tambang Emas Ilegal di Hulu Kuantan Disikat

Hulu Kuantan - Upaya penegakan hukum terhadap aktivitas Penambangan...

Tak Perlu Antre Lama, Urus Pengukuran Tanah Kini Bisa Pilih Jadwal

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Pemprov Riau Ancam Sanksi Sekolah yang Gelar Perpisahan di Hotel

Riau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan...

Wow! ELIPSKI Tembus 2 Juta View, Literasi Islam Digital Makin Diminati

Jakarta - Platform ELIPSKI milik Kementerian Agama mencatat perkembangan...

SIG Gaspol Energi Bersih! Emisi Turun, Batu Bara Ditekan

Jakarta - Meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim,...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini