27.5 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPWISATABiaya Rumah Sakit Membengkak, Thailand Siapkan Aturan untuk Wisatawan

Biaya Rumah Sakit Membengkak, Thailand Siapkan Aturan untuk Wisatawan

Jakarta – Pemerintah Thailand tengah mendorong kebijakan baru yang mewajibkan wisatawan asing memiliki asuransi perjalanan terkait kecelakaan sebelum memasuki wilayahnya. Langkah ini diambil seiring meningkatnya tagihan medis yang tidak terbayar serta risiko kecelakaan yang semakin membebani sistem layanan kesehatan publik.

Melansir dari laman Bangkok Post, Rumah Sakit Vachira Phuket, pada Rabu,(08/04) tekanan finansial akibat kondisi tersebut sudah sangat terasa. Direktur rumah sakit, Dr Weerasak Lorthongkham, menyebut fasilitas yang melayani sekitar 400 ribu penduduk terdaftar dan lebih dari 1 juta wisatawan ini harus menanggung beban biaya yang tidak sedikit setiap tahun.

“Setiap tahun, kami menyerap sekitar 10 juta baht untuk biaya pengobatan pasien asing tanpa asuransi,” katanya.

Ia menyoroti pola yang kerap terjadi di kalangan wisatawan, terutama penggunaan sepeda motor oleh pengunjung yang belum berpengalaman serta kasus terkait narkoba. “Banyak pengunjung datang ke Phuket dan mencoba mengendarai sepeda motor untuk pertama kalinya, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan,” ujarnya.

Dr Weerasak juga mengungkap kasus serius yang melibatkan seorang turis asal Rusia yang mengalami cedera tulang belakang dan membutuhkan perawatan jangka panjang. “Pasien hanya bisa menggerakkan kepalanya,” ucapnya.

“Biaya pengobatannya lebih dari 1 juta baht, dan tidak ada pembayaran. Keluarganya tidak bisa dihubungi, dan kedutaan hanya bisa membantu secara administratif,” imbuhnya. Pada akhirnya, rumah sakit harus mengatur sekaligus membiayai kepulangan pasien tersebut.

“Ini bukan kasus tunggal. Ini terjadi antar negara,” ungkap Dr Weerasak. Ia menilai, kasus serupa mencerminkan persoalan yang lebih luas secara nasional.

Kementerian Kesehatan Thailand memperkirakan total tagihan medis yang belum dibayar dari pasien asing mencapai sedikitnya 100 juta baht per tahun. Wilayah tujuan wisata utama seperti Phuket dan Chiang Mai menjadi daerah yang paling terdampak.

Sekretaris tetap kementerian, Dr Somruk Jungsaman, menyatakan bahwa pemerintah sedang mengumpulkan data lebih rinci untuk memahami skala persoalan tersebut.

“Kita memerlukan data yang jelas untuk menilai skala masalah dan merancang tindakan yang tepat,” katanya. “Baik tingkat asuransi maupun mekanisme pembayarannya akan dibicarakan dengan instansi terkait.”

Dalam praktiknya, layanan darurat tidak bisa ditunda secara etis, sehingga rumah sakit tetap harus memberikan perawatan meskipun pasien tidak mampu membayar. Kondisi ini membuat fasilitas kesehatan menanggung beban finansial yang cukup besar.

Data menunjukkan, kecelakaan lalu lintas masih menjadi penyebab utama rawat inap bagi wisatawan asing, terutama mereka yang belum terbiasa dengan kondisi jalan di Thailand. Penggunaan sepeda motor menjadi faktor risiko terbesar, khususnya saat musim liburan.

Secara global, rata-rata klaim medis darurat pada 2025 mencapai sekitar 60 ribu baht, mencerminkan meningkatnya biaya layanan kesehatan. Namun demikian, masih banyak wisatawan yang datang ke Thailand tanpa perlindungan asuransi yang memadai.

Berdasarkan data industri, asuransi perjalanan untuk masa tinggal dua minggu umumnya hanya sekitar 1.100 baht dengan perlindungan kesehatan mencapai 3,6 juta hingga 9 juta baht. Meski relatif terjangkau, tingkat kepemilikannya masih belum merata.

Selama bertahun-tahun, Thailand lebih fokus pada peningkatan jumlah wisatawan dibandingkan aspek mitigasi risiko, sehingga banyak pengunjung masuk tanpa asuransi, terutama melalui kebijakan bebas visa. Namun, pendekatan ini kini mulai dievaluasi seiring meningkatnya beban biaya kesehatan.

Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Thailand, Sisdivachr Cheewarattanaporn, menyebut kebijakan sebelumnya lebih menitikberatkan pada pertumbuhan jumlah wisatawan.

“Sebelumnya biaya wajib dan asuransi tidak diprioritaskan, karena kami fokus untuk menarik wisatawan,” ujarnya.

Rencana penerapan biaya masuk sebesar 300 baht bagi wisatawan yang datang melalui jalur udara masih dalam tahap pembahasan kabinet. Namun, perhatian kini mulai beralih pada penerapan asuransi wajib sebagai solusi yang dinilai lebih tepat sasaran.

“Asuransi perjalanan sekarang terjangkau, namun verifikasi yang tepat diperlukan untuk memastikan wisatawan terlindungi,” katanya.

Baca Juga

Dana Jumbo Disiapkan, IFG Life Pastikan Hak Nasabah Terpenuhi

Jakarta - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) terus...

Sekolah Rusak hingga Daerah 3T Jadi Fokus Revitalisasi

Pati - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan...

Jangan Sampai Mogok! Tips Wajib Rawat Mobil di Musim El Nino

Jakarta - Bayangkan ketika berkendara di siang hari saat...

Jakarta Makin Aman, Transportasi Publik dan Ruang Sosial Jadi Kunci

Jakarta berhasil meraih posisi kedua sebagai kota paling aman...

Bukan Sekadar Rumah Sakit, Primaya Rajawali Ubah Wajah Layanan Kesehatan di Bandung

Jakarta - Primaya Hospital Group resmi menghadirkan Primaya Rajawali...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini