27.4 C
Jakarta
Rabu, Mei 6, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWS5G Bukan Sekedar Cepat, tapi Ericsson Sebut Indonesia Punya Potensi Ini

5G Bukan Sekedar Cepat, tapi Ericsson Sebut Indonesia Punya Potensi Ini

Jakarta – Ericsson menegaskan bahwa percepatan implementasi 5G merupakan fondasi utama untuk memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam partisipasi perusahaan tersebut pada Indotelko Forum 2026 yang digelar di Jakarta pekan lalu. Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan konektivitas digital nasional.

Selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, Ericsson menilai 5G tidak lagi sekadar evolusi teknologi, melainkan infrastruktur krusial yang akan menopang transformasi di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik.

Secara global, 5G terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai generasi konektivitas dengan adopsi tercepat. Berdasarkan Ericsson Mobility Report, jumlah pelanggan 5G diperkirakan mencapai sekitar 2,9 miliar pada akhir 2025 dan akan meningkat menjadi 6,4 miliar pada 2032, mencakup mayoritas langganan seluler. Seiring dengan itu, trafik data seluler juga diproyeksikan tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama.

Di Indonesia, potensi ekonomi dari pengembangan 5G dinilai sangat besar. Selain mendorong efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor, GSMA memperkirakan investasi lanjutan dalam teknologi ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi hingga 41 miliar dollar Amerika terhadap PDB nasional pada periode 2024-2030.

5G Bukan Sekedar Cepat, tapi Ericsson Sebut Indonesia Punya Potensi Ini
President Director Ericsson Indonesia dan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto berjabat tangan pada Indotelko Forum 2026 di Jakarta, Rabu (29/04/2026) (katafoto/Fery Pradolo)

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan bahwa 5G telah menjadi infrastruktur nasional yang krusial. Teknologi ini akan mempercepat transformasi digital Indonesia melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, dan berlatensi rendah yang penting untuk mendukung aplikasi digital canggih serta teknologi baru di berbagai sektor industri.

“Saat ini, jaringan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dan berperan sentral terhadap kemajuan ekonomi, terutama untuk layanan-layanan vital. Karena itu, Indonesia membutuhkan jaringan 5G yang aman, tangguh, cerdas, dan berkinerja tinggi untuk mengembangkan berbagai use case baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan,” jelas Nora.

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital dan pemanfaatan teknologi berbasis AI yang menuntut jaringan lebih cepat, berlatensi rendah, dan andal, percepatan pembangunan infrastruktur digital menjadi semakin mendesak. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dukungan ekosistem yang kondusif melalui kepastian regulasi, ketersediaan spektrum yang memadai, serta iklim investasi yang sehat agar implementasi 5G dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini sedang dalam proses menyiapkan pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menjelaskan bahwa Adopsi AI dan 5G di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. 

“Namun dengan kebijakan spektrum yang tepat dan kolaborasi yang kuat, serta dukungan ekosistem vendor yang seimbang, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital. Pada akhirnya, keputusan yang diambil hari ini, terutama dalam membangun dan mengelola jaringan, akan menentukan seberapa cepat Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,”ujar Ronni Nurmal. 

Baca Juga

UIN Jakarta Jadi Pelopor Dokter Spesialis Kandungan di Kampus Islam Negeri

Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menerima audiensi Dekan...

Lokomotif KAI Gunakan Bahan Bakar Biodiesel B50, Ini Hasilnya

Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi...

Air Bersih dan Limbah Jadi Kunci, Industri Nasional Berbenah

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat penguatan infrastruktur...

Dulu Terpapar Radikalisme, Kini Eks Napiter Punya Profesi Baru

Banten - Sebanyak 20 mantan narapidana kasus terorisme (napiter)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini