Jakarta – DANA bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar aksi konservasi pesisir bertajuk “Turn the Tide: Waste to Waves, Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan yang Besar” di Pantai Petitenget, Bali. Kedua pihak menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor.
Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pra-acara Ocean Impact Summit (OIS) 2026 sekaligus memperingati World Ocean Day dan Coral Triangle Day yang diperingati setiap Juni. Kegiatan ini juga mendukung program Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF), yang menempatkan penanganan sampah laut dan pengelolaan limbah pesisir sebagai salah satu prioritas nasional.
Melibatkan komunitas lokal, kalangan akademisi, masyarakat sekitar, hingga karyawan DANA, kegiatan bersih pantai ini berhasil mengumpulkan 317,3 kilogram sampah dari kawasan pesisir Pantai Petitenget.
Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, menegaskan bahwa inovasi teknologi perlu berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami percaya teknologi memiliki peran penting dalam mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Namun, setiap inovasi yang dilakukan harus berjalan beriringan dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan dan masa depan bersama, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan target Blue Economy di Tanah Air,” ujar Olavina Harahap.

Menurut KKP, kerja sama dengan DANA dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian laut Indonesia. Upaya tersebut sejalan dengan program Laut Sehat Bebas Sampah (LAUT SEBASAH) yang dijalankan KKP untuk memperkuat pencegahan dan penanganan sampah di wilayah pesisir maupun laut.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen DANA dalam mendukung isu keberlanjutan.
“Kami mengapresiasi komitmen DANA terhadap isu keberlanjutan. Ke depan, kami berharap DANA dapat memperluas kontribusinya dalam mendukung pelestarian bahari Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tujuan bersama tersebut demi masa depan laut Indonesia yang lebih berkelanjutan,” ujar Koswara.
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah pihak juga mendeklarasikan komitmen zero waste untuk mewujudkan kawasan Pantai Petitenget yang bebas sampah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama yang melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, pengelola sampah, serta pelaku ekonomi sirkular sebagai offtaker.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
Transaksi Digital dan Kontribusi bagi Kelestarian Laut
Selain menggelar aksi bersih pantai, DANA juga kembali mengampanyekan program edukatif Ocean Buddy. Melalui fitur permainan interaktif di aplikasi DANA tersebut, pengguna diajak berpartisipasi dalam upaya konservasi laut, khususnya perlindungan hiu paus di Indonesia.
Sejak diluncurkan pada Oktober tahun lalu, Ocean Buddy telah dimanfaatkan oleh lebih dari 13 juta pengguna DANA sebagai sarana edukasi sekaligus partisipasi dalam pelestarian ekosistem laut.
Berdasarkan Sustainability Report 2024, setiap transaksi yang dilakukan melalui aplikasi DANA hanya menghasilkan emisi sebesar 0,14 gram CO₂e. Angka tersebut setara dengan sekitar 3 persen emisi yang dihasilkan oleh satu email biasa, yang rata-rata mencapai 4 gram CO₂e.

