31.4 C
Jakarta
Minggu, September 13, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANPneumonia pada Anak, Benarkah Kipas Angin dan Mandi Malam Jadi Penyebab?

Pneumonia pada Anak, Benarkah Kipas Angin dan Mandi Malam Jadi Penyebab?

Jakarta – Dokter spesialis anak subspesialis respirologi, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A (K), lulusan Universitas Indonesia (UI), menjelaskan bahwa penggunaan kipas angin dan kebiasaan mandi malam tidak dapat langsung menyebabkan pneumonia atau radang paru.

“Kipas angin bukan penyebab langsung pneumonia, namun dapat menjadi media untuk memperluas transmisi penularannya,” ujar dr. Wahyuni dalam temu media di Jakarta, Minggu (17/11) seperti dikutip dari laman antara.

Pneumonia adalah peradangan akut pada parenkim paru (alveoli) yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada November 2016, bakteri Streptococcus Pneumoniae merupakan penyebab utama pneumonia bakterial pada anak-anak, menyumbang 50% kasus, diikuti dengan influenza tipe B (20%), serta penyebab lain seperti fungi atau virus (30%).

Pneumonia pada Anak, Benarkah Kipas Angin dan Mandi Malam Jadi Penyebab?
Ilustrasi Foto mandi anak.

Terkait penggunaan kipas angin, dr. Wahyuni menjelaskan bahwa penularan bisa terjadi jika kipas angin berada di ruang tertutup dan terpapar bakteri dari orang yang terinfeksi. Bakteri yang dibawa bisa menyebar melalui droplet atau cipratan air liur saat seseorang bersin, batuk, atau berbicara. Bila cipratan tersebut mengenai kipas angin, bakteri dapat menempel pada permukaan kipas dalam waktu yang cukup lama.

Sementara itu, mengenai kebiasaan mandi malam, dr. Wahyuni menegaskan bahwa tidak ada hubungan langsung dengan penyebab pneumonia. Mandi malam hanya dapat mengubah suhu tubuh, terutama jika menggunakan air dingin. Jika anak sedang kurang sehat, daya tahan tubuhnya menurun, yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit.

“Tidak ada penelitian yang mengaitkan mandi malam dengan pneumonia,” jelas dr. Wahyuni.

Pneumonia adalah penyakit menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia. Data UNICEF 2019 menunjukkan hampir 2.200 anak usia di bawah lima tahun meninggal karena pneumonia setiap hari. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat pneumonia sebagai penyebab 14,5% kematian bayi dan 5% kematian balita.

Vaksinasi konjugat pneumokokus (PCV) telah terbukti secara signifikan mengurangi angka kasus pneumonia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga merekomendasikan penggunaan vaksin PCV15 untuk memperluas perlindungan anak terhadap bakteri pneumokokus.

Baca Juga

Alasan Indonesia Tetap Beli Minyak Rusia di Tengah Situasi Global Terungkap

katafoto, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui data penerima...

Bukan Sekadar Bikin Konten, AI Bisa Bantu UMKM Cari Pembeli dari Luar Negeri

katafoto, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku...

PFI Yogyakarta Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

katafoto, Yogyakarta - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta menggelar...

Sudaryono Ambil Tindakan Tegas, 1.999 Dapur MBG Ditutup

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini